Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2026
Cara menghitung cash runway adalah membagi kas yang benar-benar bisa dipakai dengan net burn rate bulanan, yaitu selisih rata-rata kas keluar dan kas masuk per bulan. Hasilnya adalah berapa bulan bisnis Anda masih bisa beroperasi sebelum kas menyentuh batas aman, jika tidak ada perubahan. Untuk bisnis non-startup, angka ini wajib disesuaikan dengan kas yang terikat, kas minimum operasional, dan pengeluaran besar yang sudah pasti datang.
Banyak pemilik bisnis baru sadar kas menipis ketika gaji harus dibayar dan saldo rekening tidak cukup. Laporan laba rugi bisa menunjukkan untung, tetapi kas tetap terkuras oleh piutang yang macet, stok yang menumpuk, cicilan pinjaman, dan pembayaran tahunan. Di artikel ini, kami menunjukkan cara menghitung runway versi “tersesuaikan” untuk UMKM dan perusahaan menengah di Indonesia, lengkap dengan contoh perhitungan rupiah, tabel tiga skenario, dan matriks tindakan untuk memperpanjang napas kas.
Ringkasan Cepat
- Rumus dasar: Runway (bulan) = Kas tersedia ÷ Net burn rate bulanan.
- Gross burn = total kas keluar per bulan; net burn = kas keluar dikurangi kas masuk.
- Untuk bisnis non-startup, kurangi kas terikat, kas minimum operasional, dan komitmen besar (THR, bonus, pelunasan pinjaman) sebelum membagi.
- Pada contoh kami, runway “sederhana” 7,4 bulan ternyata hanya 3,6 bulan setelah disesuaikan.
- Hitung ulang setiap bulan dan uji minimal tiga skenario: dasar, pesimis, optimis.
Apa itu cash runway dan burn rate?
Daftar Isi
- 1 Apa itu cash runway dan burn rate?
- 2 Bagaimana rumus menghitung cash runway?
- 3 Contoh perhitungan cash runway untuk distributor
- 4 Berapa runway yang dianggap aman?
- 5 Bagaimana cara memperpanjang cash runway?
- 6 Langkah menyusun laporan runway bulanan
- 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 8 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 9 Penutup
Cash runway (landasan kas) adalah perkiraan jumlah bulan sebuah bisnis dapat terus membiayai operasinya dengan kas yang tersedia saat ini, dengan asumsi pola kas masuk dan kas keluar tidak berubah. Runway dihitung dari kas yang bisa dipakai dibagi net burn rate, yaitu rata-rata defisit kas bulanan. Semakin pendek runway, semakin cepat pemilik harus mengambil keputusan.
Burn rate adalah kecepatan bisnis “membakar” kas. Ada dua jenis yang perlu Anda bedakan:
- Gross burn: seluruh kas keluar dalam sebulan, termasuk pembayaran supplier, gaji, sewa, cicilan pinjaman, dan pembelian aset.
- Net burn: gross burn dikurangi kas masuk dari pelanggan. Inilah angka yang dipakai untuk menghitung runway.
Istilah ini populer di dunia startup, tetapi sama pentingnya untuk distributor, ritel, kontraktor, dan bisnis jasa yang sedang ekspansi, menghadapi musim sepi, atau menunggu pembayaran proyek besar. Perbedaannya, bisnis non-startup jarang punya investor yang siap menyuntik dana, sehingga batas aman kas harus lebih konservatif.
Bagaimana rumus menghitung cash runway?
Rumus dasarnya sederhana:
- Gross burn = total kas keluar per bulan
- Net burn = total kas keluar per bulan − total kas masuk per bulan
- Runway sederhana = saldo kas & bank ÷ net burn
Masalahnya, rumus sederhana sering terlalu optimistis. Untuk keputusan bisnis, kami menyarankan runway tersesuaikan (adjusted runway):
Runway tersesuaikan = (Kas & bank − kas terikat − kas minimum operasional − komitmen besar yang sudah pasti) ÷ net burn
- Kas terikat (restricted cash): deposito jaminan bank garansi, dana yang diblokir, atau rekening escrow. Ada di neraca, tetapi tidak bisa dipakai.
- Kas minimum operasional: saldo yang harus selalu tersedia agar operasional tidak macet, misalnya setara satu siklus penggajian ditambah pembayaran supplier kritis.
- Komitmen besar yang sudah pasti: THR, bonus tahunan, pelunasan pokok pinjaman jatuh tempo, atau uang muka pembelian mesin yang sudah disepakati.
Gunakan data basis kas, bukan laba rugi. Sumber terbaiknya adalah laporan arus kas, yang dalam SAK Entitas Privat (SAK EP, efektif 1 Januari 2025) diatur di Bab 7 Laporan Arus Kas. Pakai rata-rata tiga bulan terakhir agar satu bulan yang tidak biasa tidak mendistorsi hasil.
Contoh perhitungan cash runway untuk distributor
Berikut contoh sebuah distributor bahan bangunan fiktif, CV Sumber Makmur (contoh), dengan data rata-rata tiga bulan terakhir:
| Komponen (rata-rata per bulan, contoh) | Jumlah (Rp juta) |
|---|---|
| Penerimaan dari pelanggan | 2.100 |
| Pembayaran supplier | 1.650 |
| Gaji, tunjangan & iuran BPJS | 380 |
| Sewa gudang, kendaraan & operasional | 170 |
| Cicilan pinjaman (pokok + bunga) | 120 |
| Pembelian aset (capex) | 30 |
| Gross burn | 2.350 |
| Net burn (2.350 − 2.100) | 250 |
Saldo kas & bank CV Sumber Makmur (contoh) Rp 1.850 juta. Runway sederhana: 1.850 ÷ 250 = 7,4 bulan. Terlihat aman. Sekarang kita sesuaikan:
| Penyesuaian (contoh) | Rp juta |
|---|---|
| Saldo kas & bank | 1.850 |
| Dikurangi: deposito jaminan bank garansi (kas terikat) | (250) |
| Dikurangi: kas minimum operasional | (300) |
| Dikurangi: THR & bonus yang jatuh dalam 6 bulan | (400) |
| Kas yang benar-benar bisa dipakai | 900 |
| Runway tersesuaikan (900 ÷ 250) | 3,6 bulan |
Selisihnya hampir separuh. Owner yang hanya melihat angka 7,4 bulan mungkin tetap menambah armada atau membuka cabang. Owner yang melihat 3,6 bulan tahu bahwa ia hanya punya sekitar satu kuartal untuk memperbaiki arus kas sebelum harus mencari pinjaman darurat.
Satu catatan lagi: jangan memasukkan piutang yang sudah lewat 90 hari sebagai penerimaan yang pasti. Cek kualitas piutang Anda dengan laporan umur piutang sebelum menyusun angka penerimaan.
Berapa runway yang dianggap aman?
Tidak ada standar resmi untuk ini. Sebagai patokan praktis, kami memakai tiga zona berikut untuk bisnis tanpa dukungan investor:
| Zona | Runway tersesuaikan | Arti bagi owner/C-Level | Keputusan yang disarankan |
|---|---|---|---|
| Hijau | ≥ 12 bulan | Ruang gerak luas | Ekspansi terukur boleh jalan; review bulanan |
| Kuning | 6–12 bulan | Aman jangka pendek, rentan guncangan | Tahan capex non-kritis; percepat penagihan; siapkan fasilitas kredit sebelum dibutuhkan |
| Merah | < 6 bulan | Waktu untuk berbenah terbatas | Review kas mingguan; negosiasi termin supplier; hentikan rekrutmen & capex; susun rencana darurat |
Jika net burn Anda negatif (kas masuk lebih besar dari kas keluar), runway secara teori tidak terbatas. Namun tetap hitung runway untuk bulan-bulan musim sepi atau bulan pembayaran THR, karena di bulan-bulan itulah defisit biasanya muncul.
Bagaimana menguji runway dengan tiga skenario?
Satu angka runway memberi rasa pasti yang palsu. Uji minimal tiga skenario dengan kas yang bisa dipakai tetap Rp 900 juta (contoh):
| Skenario (contoh) | Asumsi | Kas masuk/bulan | Net burn | Runway |
|---|---|---|---|---|
| Dasar | Pola 3 bulan terakhir berlanjut | 2.100 | 250 | 3,6 bulan |
| Pesimis | Penerimaan turun 10% | 1.890 | 460 | 2,0 bulan |
| Optimis | Penerimaan naik 5% | 2.205 | 145 | 6,2 bulan |
Perhatikan sensitivitasnya: penurunan penerimaan 10% memangkas runway hampir separuh. Inilah alasan mengapa runway sebaiknya dibaca bersama proyeksi arus kas 13 minggu, yang menunjukkan minggu mana kas paling tipis.
Bagaimana cara memperpanjang cash runway?
Untuk owner dan CFO, cara paling cepat menilai pilihan adalah mengubah setiap tindakan menjadi “bulan runway tambahan”. Berikut matriks keputusan untuk contoh CV Sumber Makmur (net burn Rp 250 juta):
| Tindakan (contoh) | Dampak kas | Tambahan runway | Waktu realisasi |
|---|---|---|---|
| Menagih piutang lewat 60 hari senilai Rp 300 juta | +Rp 300 juta sekali | +1,2 bulan | 2–6 minggu |
| Negosiasi termin supplier mundur 10 hari | ≈ +Rp 550 juta sekali (1.650 × 10/30) | +2,2 bulan | 1–2 bulan |
| Cuci gudang stok lambat senilai Rp 200 juta | +Rp 200 juta sekali | +0,8 bulan | 1–3 bulan |
| Menunda capex Rp 30 juta/bulan | Net burn turun ke Rp 220 juta | +0,5 bulan (900 ÷ 220 = 4,1) | Langsung |
Urutan prioritasnya jelas: tindakan modal kerja (piutang, utang usaha, stok) biasanya memberi tambahan runway terbesar tanpa memotong kapasitas bisnis. Ini sejalan dengan konsep cash conversion cycle: setiap hari yang Anda pangkas dari siklus kas berarti kas yang dibebaskan. Pemotongan biaya tetap tetap perlu, tetapi efeknya lebih kecil dan sering lebih menyakitkan.
Langkah menyusun laporan runway bulanan
- Tarik laporan arus kas tiga bulan terakhir dan hitung rata-rata kas masuk serta kas keluar.
- Pisahkan kas keluar menjadi supplier, gaji, operasional, pinjaman, dan capex agar terlihat pos yang bisa dikendalikan.
- Rekonsiliasi saldo kas & bank, lalu kurangi kas terikat dan kas minimum operasional.
- Daftar komitmen besar enam bulan ke depan dari jadwal pinjaman, kontrak, dan anggaran perusahaan.
- Hitung runway tersesuaikan dan tiga skenarionya.
- Tentukan zona (hijau/kuning/merah) dan tindakan dari matriks di atas.
- Sajikan dalam satu halaman untuk rapat direksi, lalu ulangi setiap awal bulan.
Jika langkah 1–3 masih dikerjakan manual di Excel dari mutasi rekening dan rekap penjualan, laporan runway biasanya terlambat dua sampai tiga minggu. Padahal saat runway di zona merah, keterlambatan tiga minggu sama dengan kehilangan hampir seperempat waktu yang tersisa.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Memakai laba bersih, bukan arus kas. Bisnis yang untung di laba rugi bisa tetap kehabisan kas karena piutang dan stok menumpuk.
- Menghitung seluruh saldo bank sebagai kas tersedia. Deposito jaminan dan dana yang diblokir tidak bisa membayar gaji.
- Melupakan pengeluaran tahunan. THR, bonus, perpanjangan izin, dan pelunasan pinjaman membuat satu bulan tertentu jauh lebih berat dari rata-rata.
- Memakai satu bulan sebagai dasar. Bulan dengan penagihan besar membuat runway terlihat panjang; gunakan rata-rata tiga bulan.
- Tidak memperbarui angka. Runway yang dihitung sekali setahun tidak berguna untuk keputusan bulanan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa beda gross burn dan net burn?
Gross burn adalah total kas keluar dalam sebulan tanpa memperhitungkan penerimaan. Net burn adalah kas keluar dikurangi kas masuk dari pelanggan. Runway dihitung dengan net burn, sedangkan gross burn berguna untuk melihat seberapa besar struktur biaya Anda.
Apakah cash runway hanya relevan untuk startup?
Tidak. Distributor, kontraktor, ritel, dan bisnis jasa juga bisa mengalami defisit kas, misalnya saat ekspansi, musim sepi, atau menunggu termin proyek. Justru bisnis tanpa investor perlu batas aman yang lebih konservatif karena sumber dana daruratnya terbatas.
Seberapa sering runway harus dihitung?
Minimal sebulan sekali setelah tutup buku. Jika runway berada di zona merah (di bawah enam bulan), pantau mingguan bersama proyeksi arus kas 13 minggu.
Apakah piutang boleh dihitung sebagai kas tersedia?
Piutang bukan kas, sehingga tidak dimasukkan ke saldo kas. Piutang lancar masuk ke perkiraan penerimaan bulanan, sedangkan piutang yang sudah lewat 90 hari sebaiknya tidak diasumsikan tertagih.
Bagaimana jika net burn saya negatif?
Artinya kas masuk lebih besar dari kas keluar, sehingga runway secara teori tidak terbatas. Tetap hitung runway untuk bulan musim sepi dan bulan dengan pengeluaran besar, karena defisit bisa muncul sementara.
Penutup
Cash runway menjawab pertanyaan paling penting bagi owner dan C-Level: berapa lama waktu yang tersisa untuk bertindak. Gunakan runway tersesuaikan, bukan sekadar saldo bank dibagi pengeluaran, uji dengan tiga skenario, lalu ubah setiap tindakan menjadi bulan runway tambahan agar prioritasnya jelas.
Angka runway hanya berguna jika datanya segar. Dengan dashboard Zahir Online, saldo kas & bank, piutang jatuh tempo, dan utang supplier tersaji real-time sehingga Anda bisa menghitung runway kapan saja tanpa merekap manual. Ingin mencobanya? Coba gratis Zahir Online.














