Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2026
Laporan umur piutang (accounts receivable aging) adalah daftar saldo piutang per pelanggan yang dikelompokkan berdasarkan berapa lama faktur sudah lewat jatuh tempo, misalnya belum jatuh tempo, 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari. Cara membuatnya: tarik faktur terbuka per tanggal cut-off, hitung hari lewat jatuh tempo, kelompokkan ke dalam rentang umur, lalu cocokkan totalnya dengan saldo akun piutang usaha di buku besar sebelum dipakai untuk menghitung cadangan kerugian piutang dan menyusun prioritas penagihan.
Masalahnya, banyak tim finance berhenti di tabel. Total aging tidak pernah dicocokkan ke buku besar, pembayaran yang belum dialokasikan membuat pelanggan tampak menunggak, dan cadangan kerugian piutang dihitung dengan persentase yang tidak pernah ditinjau. Akibatnya, auditor menemukan selisih dan manajemen mengambil keputusan kredit dari angka yang keliru. Di artikel ini kami membahas cara menyusun laporan umur piutang yang siap audit: langkah demi langkah, rumus Excel, contoh tie-out ke buku besar, perhitungan cadangan beserta jurnalnya sesuai SAK EP dan PSAK 109, serta matriks tindakan penagihan per kelompok umur.
Ringkasan Cepat
- Hitung umur dari tanggal jatuh tempo, bukan tanggal faktur, agar laporan menunjukkan keterlambatan yang sebenarnya.
- Alokasikan dulu semua pembayaran dan nota kredit ke faktur yang tepat; pembayaran “mengambang” adalah sumber selisih paling umum.
- Total laporan umur piutang wajib sama dengan saldo akun piutang usaha di buku besar; selisihnya harus bisa dijelaskan item per item.
- Cadangan kerugian piutang dihitung ulang tiap tutup buku, lalu hanya selisihnya yang dijurnal.
- Pakai laporan ini sebagai daftar kerja penagihan mingguan, bukan sekadar lampiran laporan keuangan.
Apa itu laporan umur piutang dan apa bedanya dengan kartu piutang?
Daftar Isi
- 1 Apa itu laporan umur piutang dan apa bedanya dengan kartu piutang?
- 2 Bagaimana cara membuat laporan umur piutang langkah demi langkah?
- 3 Seperti apa contoh laporan umur piutang yang lengkap?
- 4 Bagaimana mencocokkan laporan umur piutang dengan buku besar?
- 5 Bagaimana menghitung cadangan kerugian piutang dari laporan umur piutang?
- 6 Tindakan penagihan apa yang tepat untuk tiap kelompok umur?
- 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 8 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 8.1 Seberapa sering laporan umur piutang harus dibuat?
- 8.2 Apakah umur piutang dihitung dari tanggal faktur atau tanggal jatuh tempo?
- 8.3 Berapa persentase cadangan kerugian piutang yang wajar?
- 8.4 Apa yang harus dilakukan jika total aging tidak sama dengan buku besar?
- 8.5 Apa beda laporan umur piutang dengan laporan umur utang?
- 9 Penutup
Definisi singkat: laporan umur piutang (AR aging schedule) adalah ringkasan seluruh faktur penjualan yang belum dilunasi pada satu tanggal tertentu, disusun per pelanggan dan dikelompokkan menurut lamanya keterlambatan pembayaran. Laporan ini dipakai untuk menilai kualitas piutang, mengestimasi cadangan kerugian piutang, dan menentukan pelanggan mana yang harus ditagih lebih dulu.
Kartu piutang (buku pembantu piutang/subledger) mencatat mutasi satu pelanggan dari waktu ke waktu: faktur, pembayaran, retur, dan nota kredit. Laporan umur piutang mengambil potret saldo terbuka seluruh pelanggan pada satu tanggal, lalu memotongnya berdasarkan umur. Keduanya harus konsisten: jumlah saldo seluruh kartu piutang = total laporan umur piutang = saldo akun kontrol piutang usaha di buku besar (general ledger).
Bagaimana cara membuat laporan umur piutang langkah demi langkah?
- Tetapkan tanggal cut-off. Biasanya tanggal akhir bulan. Pastikan semua faktur, retur, dan penerimaan kas sampai tanggal itu sudah diposting.
- Tentukan dasar umur. Gunakan tanggal jatuh tempo (days past due). Umur berdasarkan tanggal faktur boleh disajikan sebagai informasi tambahan, tetapi jangan dicampur dalam satu laporan.
- Tarik daftar faktur terbuka per pelanggan dari buku pembantu piutang: nomor faktur, tanggal faktur, termin, tanggal jatuh tempo, dan sisa tagihan.
- Alokasikan pembayaran dan nota kredit. Pembayaran yang belum dikaitkan ke faktur (unapplied payment) membuat faktur lama tampak menunggak padahal sudah dibayar.
- Hitung hari lewat jatuh tempo: tanggal laporan dikurangi tanggal jatuh tempo. Hasil nol atau negatif berarti belum jatuh tempo.
- Kelompokkan ke rentang umur: belum jatuh tempo, 1–30, 31–60, 61–90, dan lebih dari 90 hari. Sesuaikan rentang dengan termin kredit Anda.
- Cocokkan (tie-out) ke buku besar dan jelaskan setiap selisih sebelum laporan dipakai.
- Tinjau pelanggan bermasalah, hitung cadangan, dan susun rencana penagihan.
Rumus Excel untuk menghitung umur dan rentang
Jika tanggal laporan ada di sel B1, tanggal jatuh tempo di kolom D, dan sisa tagihan di kolom F, gunakan rumus berikut (ganti koma dengan titik koma bila pengaturan Excel Anda berbahasa Indonesia):
| Kolom | Rumus (baris 5) | Fungsi |
|---|---|---|
| E – Hari lewat jatuh tempo | =$B$1-D5 | Negatif berarti belum jatuh tempo |
| G – Rentang umur | =IF(E5<=0,”Belum JT”,IF(E5<=30,”1-30″,IF(E5<=60,”31-60″,IF(E5<=90,”61-90″,”>90″)))) | Menempatkan faktur ke rentang |
| Ringkasan per pelanggan | =SUMIFS(F:F,C:C,”Toko A”,G:G,”1-30″) | Menjumlah sisa tagihan per pelanggan per rentang |
Rumus ini cukup untuk puluhan pelanggan. Ketika faktur sudah ratusan per bulan, risiko terbesarnya bukan rumus, melainkan data: faktur yang terlewat diekspor, pembayaran yang belum dialokasikan, dan versi file yang berbeda di tiap anggota tim.
Seperti apa contoh laporan umur piutang yang lengkap?
Berikut contoh (angka fiktif) laporan umur piutang PT Sinar Niaga, distributor barang konsumsi dengan termin 30 hari, per 30 September 2026:
| Pelanggan | Belum jatuh tempo | 1–30 hari | 31–60 hari | 61–90 hari | >90 hari | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Toko A | 45.000.000 | 12.000.000 | 0 | 0 | 0 | 57.000.000 |
| CV B | 20.000.000 | 18.000.000 | 9.500.000 | 0 | 0 | 47.500.000 |
| UD C | 0 | 6.000.000 | 7.500.000 | 11.000.000 | 0 | 24.500.000 |
| PT D | 30.000.000 | 0 | 0 | 0 | 0 | 30.000.000 |
| Toko E | 0 | 0 | 0 | 4.000.000 | 15.500.000 | 19.500.000 |
| Total | 95.000.000 | 36.000.000 | 17.000.000 | 15.000.000 | 15.500.000 | 178.500.000 |
| Porsi | 53,2% | 20,2% | 9,5% | 8,4% | 8,7% | 100% |
Cara membacanya: 46,8% piutang sudah lewat jatuh tempo, dan 17,1% (Rp30,5 juta) sudah lebih dari 60 hari. Toko E perlu perhatian khusus karena hampir seluruh saldonya berada di rentang terlama. Untuk melihat dampaknya ke kas, hitung juga Days Sales Outstanding (DSO). Jika penjualan kredit kuartal III (92 hari) Rp540 juta (contoh), maka DSO = 178.500.000 ÷ 540.000.000 × 92 = sekitar 30 hari. DSO terlihat sesuai termin, tetapi rata-rata ini menutupi masalah konsentrasi di Toko E dan UD C. Karena itu DSO sebaiknya selalu dibaca bersama aging. Kaitan DSO dengan siklus kas dibahas di artikel kami tentang cash conversion cycle.
Bagaimana mencocokkan laporan umur piutang dengan buku besar?
Inilah langkah yang paling sering dilewati, padahal pertama kali diminta auditor. Dalam contoh, saldo akun piutang usaha di buku besar per 30 September 2026 adalah Rp181.200.000, sedangkan total aging Rp178.500.000. Selisihnya Rp2.700.000 dan harus dijelaskan:
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Saldo piutang usaha menurut buku besar | 181.200.000 |
| Dikurangi: jurnal umum salah posting biaya kirim ke akun piutang usaha (tidak ada di buku pembantu) | (3.300.000) |
| Ditambah: saldo kredit PT F (kelebihan bayar) yang mengurangi akun piutang, direklasifikasi ke uang muka pelanggan | 600.000 |
| Saldo setelah koreksi = total laporan umur piutang | 178.500.000 |
Jurnal koreksinya (contoh):
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Beban pengiriman | 3.300.000 | |
| Â Â Â Piutang usaha | 3.300.000 | |
| Piutang usaha – PT F | 600.000 | |
| Â Â Â Uang muka pelanggan (liabilitas) | 600.000 |
Dua pelajaran dari contoh ini. Pertama, kunci akun kontrol piutang dari jurnal umum manual; semua mutasi sebaiknya lewat modul penjualan atau penerimaan. Kedua, saldo kredit pelanggan jangan dibiarkan “menetralkan” piutang pelanggan lain, karena secara substansi itu kewajiban kepada pelanggan. Tie-out ini sebaiknya menjadi salah satu butir tetap dalam checklist tutup buku bulanan, sejajar dengan rekonsiliasi bank.
Bagaimana menghitung cadangan kerugian piutang dari laporan umur piutang?
Standar yang Anda terapkan menentukan cara berpikirnya. Entitas yang memakai SAK EP (SAK Indonesia untuk Entitas Privat, berlaku efektif 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP) mengakui penurunan nilai aset keuangan dengan konsep kerugian yang telah terjadi (incurred loss): harus ada bukti objektif, misalnya pelanggan menghentikan usaha atau menunggak jauh melewati termin. Entitas yang menerapkan PSAK 109 Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71) memakai kerugian kredit ekspektasian (expected credit loss), yang lazim dihitung dengan matriks provisi berbasis umur piutang dan disesuaikan dengan informasi masa depan.
Dalam praktik, laporan umur piutang menjadi dasar keduanya: pelanggan dengan bukti penurunan nilai dinilai secara individual, sisanya dikelompokkan menurut umur dengan persentase yang didukung data historis penagihan Anda sendiri. Contoh perhitungan PT Sinar Niaga (persentase hanya ilustrasi):
| Kelompok | Saldo (Rp) | Persentase (contoh) | Cadangan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Toko E – dinilai individual (usaha tutup) | 19.500.000 | 100% | 19.500.000 |
| Belum jatuh tempo | 95.000.000 | 1% | 950.000 |
| 1–30 hari | 36.000.000 | 3% | 1.080.000 |
| 31–60 hari | 17.000.000 | 10% | 1.700.000 |
| 61–90 hari (tanpa Toko E) | 11.000.000 | 25% | 2.750.000 |
| Cadangan yang dibutuhkan | 178.500.000 | 25.980.000 | |
| Saldo cadangan sebelum penyesuaian | 8.000.000 | ||
| Penyesuaian periode ini | 17.980.000 |
Jurnal penyesuaian akhir bulan cukup mencatat selisihnya:
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Beban kerugian penurunan nilai piutang | 17.980.000 | |
| Â Â Â Cadangan kerugian penurunan nilai piutang | 17.980.000 |
Jika kemudian piutang Toko E dipastikan tidak tertagih dan disetujui untuk dihapus, jurnalnya mendebit cadangan Rp19.500.000 dan mengkredit piutang usaha – Toko E Rp19.500.000, tanpa menambah beban lagi karena bebannya sudah diakui saat pencadangan. Bila suatu saat ada pembayaran atas piutang yang sudah dihapus, pulihkan dulu piutangnya (debit piutang usaha, kredit cadangan atau pendapatan pemulihan sesuai kebijakan akuntansi Anda), lalu catat penerimaan kasnya. Perlakuan pajak atas penghapusan piutang memiliki syarat tersendiri, jadi pastikan tim pajak meninjau sebelum dihapus secara fiskal.
Tindakan penagihan apa yang tepat untuk tiap kelompok umur?
Laporan umur piutang baru bernilai jika mengubah perilaku tim penagihan. Matriks berikut bisa Anda sesuaikan dengan kebijakan kredit perusahaan:
| Kelompok umur | Tindakan | Penanggung jawab | Keputusan kredit |
|---|---|---|---|
| Belum jatuh tempo | Kirim pengingat 3–5 hari sebelum jatuh tempo, pastikan faktur dan dokumen pendukung sudah diterima pelanggan | Staf AR | Normal |
| 1–30 hari | Telepon atau pesan konfirmasi jadwal bayar, cek apakah ada sengketa faktur | Staf AR | Normal, pantau |
| 31–60 hari | Surat tagihan resmi, eskalasi ke sales pemegang akun | Supervisor AR + sales | Order baru perlu persetujuan |
| 61–90 hari | Negosiasi rencana cicilan tertulis, pertimbangkan jaminan | Kepala akunting/finance | Tahan pengiriman (credit hold) |
| >90 hari | Penilaian individual, somasi atau penagihan pihak ketiga, usulkan pencadangan/penghapusan | Finance manager/CFO | Hentikan kredit, transaksi tunai |
Tinjau laporan ini setiap minggu, bukan hanya saat tutup buku. Penagihan yang dimulai di rentang 1–30 hari jauh lebih murah daripada mengejar piutang di atas 90 hari. Agar faktur dan pengingat konsisten sejak awal, lihat juga panduan kami tentang mengelola invoice agar pembayaran tepat waktu.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menghitung umur dari tanggal faktur. Faktur dengan termin 60 hari langsung tampak “telat” di rentang 31–60, sehingga prioritas penagihan kacau.
- Tidak mengalokasikan pembayaran. Pelanggan yang sudah bayar tetap muncul di rentang lama dan bisa ditagih ulang, yang merusak hubungan dagang.
- Tidak pernah tie-out ke buku besar. Selisih kecil menumpuk berbulan-bulan dan baru ketahuan saat audit.
- Memakai persentase cadangan yang sama bertahun-tahun. Persentase harus ditinjau dengan data historis penagihan dan kondisi pelanggan terkini.
- Menghapus piutang langsung ke beban. Jika cadangan sudah dibentuk, penghapusan mengurangi cadangan; membebankan lagi berarti beban tercatat dua kali.
- Mengabaikan saldo kredit dan sengketa. Retur yang belum dibuatkan nota kredit atau harga yang disengketakan sebaiknya ditandai terpisah agar tidak terhitung sebagai tunggakan biasa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Seberapa sering laporan umur piutang harus dibuat?
Minimal setiap tutup buku bulanan untuk keperluan tie-out dan perhitungan cadangan. Untuk penagihan, idealnya ditinjau mingguan. Perusahaan dengan volume faktur tinggi sebaiknya memakai sistem yang menampilkan aging secara real-time.
Apakah umur piutang dihitung dari tanggal faktur atau tanggal jatuh tempo?
Untuk penagihan dan penilaian risiko, gunakan tanggal jatuh tempo karena itulah ukuran keterlambatan yang sebenarnya. Umur dari tanggal faktur boleh dipakai sebagai analisis tambahan, tetapi jangan dicampur dalam satu laporan agar tidak menyesatkan.
Berapa persentase cadangan kerugian piutang yang wajar?
Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua perusahaan. Persentase sebaiknya diturunkan dari data historis penagihan Anda per kelompok umur, lalu disesuaikan dengan kondisi pelanggan dan, bagi penerap PSAK 109, informasi masa depan. Dokumentasikan dasar perhitungannya karena auditor akan memintanya.
Apa yang harus dilakukan jika total aging tidak sama dengan buku besar?
Telusuri jurnal umum yang langsung masuk ke akun piutang, pembayaran yang belum dialokasikan, saldo kredit pelanggan, dan transaksi yang terposting di periode berbeda. Setiap selisih harus dijelaskan item per item dan dikoreksi dengan jurnal sebelum laporan keuangan difinalkan.
Apa beda laporan umur piutang dengan laporan umur utang?
Strukturnya sama, tetapi laporan umur utang (AP aging) memetakan kewajiban kepada pemasok berdasarkan jatuh tempo. Laporan umur piutang dipakai untuk penagihan dan pencadangan, sedangkan laporan umur utang dipakai untuk menjadwalkan pembayaran dan menjaga hubungan dengan pemasok.
Penutup
Laporan umur piutang yang baik punya tiga ciri: umur dihitung dari tanggal jatuh tempo, totalnya cocok dengan buku besar, dan hasilnya langsung diterjemahkan menjadi cadangan kerugian yang terdokumentasi serta tindakan penagihan yang jelas. Jika setiap bulan tim Anda masih mengekspor faktur, mengalokasikan pembayaran, dan menyusun pivot secara manual, sebagian besar pekerjaan itu bisa diotomatisasi. Di Zahir Online, faktur, penerimaan pembayaran, dan laporan umur piutang terhubung ke buku besar yang sama, sehingga Anda bisa fokus menganalisis dan menagih. Pelajari fitur invoice & faktur Zahir Online atau coba gratis.
Referensi
- IAI – Penurunan Nilai atas Aset Keuangan bagi Entitas yang Menggunakan SAK Indonesia untuk Entitas Privat
- IAI – Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia (berlaku 1 Januari 2024)














