Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2026
Giro mundur (bilyet giro bertanggal efektif di masa depan) yang Anda terima dari pelanggan belum boleh dicatat sebagai saldo bank. Catat dulu ke akun perantara “Piutang Giro”, lalu pindahkan ke akun Bank tepat pada tanggal efektif setelah dana benar-benar masuk. Sebaliknya, giro mundur yang Anda berikan ke pemasok dicatat ke “Utang Giro” dan baru mengurangi saldo bank saat didebit oleh bank.
Masalahnya, di banyak perusahaan distribusi dan trading, bilyet giro mundur masih langsung dibukukan ke akun Bank begitu kertasnya diterima atau diserahkan. Akibatnya saldo bank di buku besar tidak pernah cocok dengan rekening koran, rekonsiliasi akhir bulan penuh “pos aneh”, dan posisi kas yang dilihat manajemen terlihat lebih tebal (atau lebih tipis) daripada kenyataannya. Di artikel ini kami jabarkan jurnal lengkap dari dua sisi (diterima dan diberikan), penanganan giro tolak, perlakuan saat tutup buku, serta template register giro yang bisa langsung Anda pakai.
Ringkasan Cepat
- Giro mundur diterima: Dr Piutang Giro / Cr Piutang Usaha; saat cair: Dr Bank / Cr Piutang Giro.
- Giro mundur diberikan: Dr Utang Usaha / Cr Utang Giro; saat didebit bank: Dr Utang Giro / Cr Bank.
- Giro tolak: kembalikan Piutang Giro ke Piutang Usaha pelanggan dan beri tanda risiko kredit.
- Saat tutup buku, giro yang tanggal efektifnya melewati tanggal neraca tetap di Piutang/Utang Giro, bukan di Kas dan Setara Kas.
- Kendalikan semuanya lewat register giro yang direkonsiliasi ke buku besar setiap minggu.
Apa itu giro mundur dan mengapa tidak sama dengan kas?
Daftar Isi
- 1 Apa itu giro mundur dan mengapa tidak sama dengan kas?
- 2 Bagaimana jurnal giro mundur yang diterima dari pelanggan?
- 3 Bagaimana jurnal giro mundur yang diberikan ke pemasok?
- 4 Bagaimana mencatat giro tolak (giro kosong)?
- 5 Bagaimana perlakuan giro mundur saat tutup buku dan rekonsiliasi bank?
- 6 Template register giro: apa saja kolom yang wajib ada?
- 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 8 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 9 Penutup
Giro mundur adalah bilyet giro yang tanggal efektifnya lebih lambat daripada tanggal penyerahannya, sehingga perintah pemindahbukuan dana baru bisa dijalankan bank pada tanggal efektif tersebut. Secara akuntansi, giro mundur yang diterima adalah tagihan yang belum dapat dicairkan, sehingga dicatat sebagai piutang, bukan kas.
Bank Indonesia mengatur bahwa bilyet giro adalah surat perintah pemindahbukuan (bukan alat penarikan tunai), memiliki tanggal penarikan dan tanggal efektif, serta memiliki masa berlaku terbatas. Artinya, selama tanggal efektif belum tiba, perusahaan Anda belum memiliki hak atas dana yang bisa digunakan kapan saja. Padahal, menurut definisi kas dan setara kas dalam PSAK 207 Laporan Arus Kas (dahulu PSAK 2) maupun SAK EP, kas mencakup kas di tangan dan simpanan yang dapat ditarik sewaktu-waktu (demand deposits). Giro mundur tidak memenuhi kriteria itu.
Satu hal lagi yang sering terlupa: giro mundur membawa risiko kredit. Pada tanggal efektif, rekening penerbit bisa saja tidak bersaldo cukup sehingga giro ditolak. Karena itu, pemisahan akun Piutang Giro dari Bank bukan sekadar soal kerapian, tetapi soal menyajikan risiko secara jujur di laporan keuangan.
Bagaimana jurnal giro mundur yang diterima dari pelanggan?
Kami gunakan contoh (fiktif) PT Sinar Niaga, distributor bahan bangunan di Surabaya. Angka disederhanakan tanpa unsur pajak agar fokus pada alur giro.
- 2 Oktober: penjualan kredit ke Toko Bangun Jaya sebesar Rp100.000.000, termin 30 hari.
- 10 Oktober: sales menerima bilyet giro senilai Rp100.000.000 dengan tanggal efektif 15 November.
- 15 November: giro disetorkan, dana efektif masuk ke rekening PT Sinar Niaga.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 2 Okt | Piutang Usaha – Toko Bangun Jaya | 100.000.000 | Penjualan kredit | |
| Penjualan | 100.000.000 | |||
| 10 Okt | Piutang Giro (Giro Mundur Diterima) | 100.000.000 | BG No. contoh AB123456, efektif 15 Nov | |
| Piutang Usaha – Toko Bangun Jaya | 100.000.000 | |||
| 15 Nov | Bank – Rekening Giro | 100.000.000 | Dana efektif sesuai rekening koran | |
| Piutang Giro (Giro Mundur Diterima) | 100.000.000 |
Mengapa Piutang Usaha dikredit pada 10 Oktober? Karena pelanggan sudah menyerahkan instrumen pembayaran, sehingga tagihan “terbuka” di kartu piutangnya memang sudah diselesaikan secara administratif. Namun risikonya pindah ke akun Piutang Giro. Pendekatan ini membuat laporan umur piutang tetap bersih, sementara giro yang belum cair terpantau terpisah. Jika kebijakan perusahaan Anda adalah tetap membiarkan piutang terbuka sampai dana masuk, itu juga dapat diterima, asalkan konsisten dan register giro tetap dipelihara.
Bagaimana jurnal giro mundur yang diberikan ke pemasok?
Sekarang sisi sebaliknya. PT Sinar Niaga membeli semen dari pemasok sebesar Rp80.000.000 pada 5 Oktober dan membayar dengan giro mundur bertanggal efektif 20 November.
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 5 Okt | Persediaan | 80.000.000 | Pembelian kredit | |
| Utang Usaha – Pemasok | 80.000.000 | |||
| 12 Okt | Utang Usaha – Pemasok | 80.000.000 | BG diserahkan, efektif 20 Nov | |
| Utang Giro (Giro Mundur Diberikan) | 80.000.000 | |||
| 20 Nov | Utang Giro (Giro Mundur Diberikan) | 80.000.000 | Didebit bank sesuai rekening koran | |
| Bank – Rekening Giro | 80.000.000 |
Kesalahan yang sangat umum adalah mengkredit Bank pada 12 Oktober. Akibatnya saldo bank di buku besar langsung turun Rp80 juta, padahal di rekening koran dana itu masih ada sampai 20 November. Rekonsiliasi bank Oktober pun terpaksa memunculkan “cek beredar” yang sebenarnya belum bisa dicairkan, dan tim treasury bisa salah menilai dana yang tersedia untuk pembayaran lain.
Bagaimana mencatat giro tolak (giro kosong)?
Misalkan pada 15 November giro Toko Bangun Jaya ditolak bank karena saldo tidak cukup, dan bank membebankan biaya administrasi penolakan sebesar Rp25.000 (contoh). Jurnalnya bergantung pada apakah Anda sudah sempat mendebit Bank.
| Situasi | Jurnal | Catatan |
|---|---|---|
| Belum dijurnal ke Bank (alur yang kami sarankan) | Dr Piutang Usaha – Toko Bangun Jaya 100.000.000 Cr Piutang Giro 100.000.000 |
Piutang hidup kembali dan masuk laporan umur piutang sesuai tanggal jatuh tempo awal |
| Sudah terlanjur Dr Bank | Dr Piutang Usaha – Toko Bangun Jaya 100.000.000 Cr Bank 100.000.000 |
Koreksi agar saldo bank kembali sesuai rekening koran |
| Biaya penolakan dari bank | Dr Beban Administrasi Bank 25.000 Cr Bank 25.000 |
Jika sesuai kontrak dibebankan ke pelanggan, debit Piutang Usaha, bukan beban |
Setelah jurnal dibuat, langkah berikutnya bukan di akuntansi melainkan di kebijakan kredit: tandai pelanggan, tinjau ulang limit kreditnya, dan pertimbangkan untuk meminta pembayaran transfer untuk transaksi selanjutnya. Giro tolak berulang juga menjadi indikator bahwa cadangan kerugian piutang perlu dievaluasi.
Bagaimana perlakuan giro mundur saat tutup buku dan rekonsiliasi bank?
Di akhir periode, giro mundur paling sering menimbulkan salah saji. Gunakan matriks keputusan berikut untuk setiap giro yang masih ada di register pada tanggal neraca.
| Kondisi pada tanggal neraca | Penyajian di neraca | Perlakuan di rekonsiliasi bank |
|---|---|---|
| Giro diterima, tanggal efektif setelah tanggal neraca | Piutang Giro (aset lancar, bagian piutang) | Tidak muncul; belum pernah dicatat ke Bank |
| Giro diterima, sudah efektif dan disetor, tetapi dana belum tercatat di rekening koran | Bank (setoran dalam perjalanan / deposit in transit) | Penambah saldo rekening koran |
| Giro diberikan, tanggal efektif setelah tanggal neraca | Utang Giro (liabilitas jangka pendek) | Tidak muncul; Bank belum dikredit |
| Giro diberikan, sudah efektif, belum didebit bank | Bank sudah dikredit | Cek/giro beredar (outstanding cheque), pengurang saldo rekening koran |
Dengan pemisahan ini, daftar pos rekonsiliasi bank menjadi pendek dan bermakna: hanya giro yang memang sudah efektif tetapi belum diproses bank. Untuk laporan arus kas, giro mundur diterima maupun diberikan belum menghasilkan arus kas pada periode tersebut, sehingga tidak boleh ikut dihitung sebagai penerimaan atau pengeluaran kas.
Satu peringatan penting: memindahkan Utang Giro ke pengurang Bank menjelang tanggal neraca demi membuat rasio lancar terlihat lebih baik, atau sebaliknya menahan Piutang Giro sebagai Kas agar posisi kas tampak kuat, adalah bentuk window dressing yang akan dipertanyakan auditor. Masukkan pengecekan register giro ke dalam checklist tutup buku bulanan Anda.
Template register giro: apa saja kolom yang wajib ada?
Register giro (buku pembantu giro) adalah sumber kendali utama. Saldo register harus sama dengan saldo akun Piutang Giro dan Utang Giro di buku besar setiap minggu.
| No. BG | Bank Penerbit | Pihak | Jenis | Tgl Terima/Serah | Tgl Efektif | Nilai (Rp) | Status | Ref. Jurnal |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| AB123456 | Bank A | Toko Bangun Jaya | Diterima | 10/10 | 15/11 | 100.000.000 | Di brankas | JU-1010-07 |
| CD778899 | Bank B | Pemasok Semen | Diberikan | 12/10 | 20/11 | 80.000.000 | Diserahkan | JU-1012-03 |
| EF445566 | Bank C | CV Karya Mandiri | Diterima | 18/10 | 25/10 | 45.000.000 | Cair | BM-1025-02 |
Tambahkan kolom “Hari menuju efektif” agar tim bisa melihat giro yang akan jatuh tempo dalam 7 hari ke depan. Data ini juga menjadi masukan langsung untuk proyeksi arus kas 13 minggu, karena giro diterima dan diberikan adalah arus kas masuk dan keluar yang tanggalnya sudah pasti.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Langsung mendebit Bank saat giro diterima. Saldo buku besar membengkak dan rekonsiliasi bank memunculkan selisih yang terus terbawa dari bulan ke bulan.
- Tidak ada register giro. Giro fisik tersimpan di laci sales atau kasir tanpa pencatatan, sehingga ada risiko giro hilang, terlambat disetor, atau melewati masa berlaku.
- Tidak memisahkan tugas. Orang yang menerima giro sekaligus mencatat dan menyetorkan. Pisahkan fungsi penerimaan, pencatatan, dan rekonsiliasi.
- Giro tolak tidak dikembalikan ke piutang. Nilainya dibiarkan “nyangkut” di Piutang Giro sehingga laporan umur piutang tidak menunjukkan pelanggan bermasalah.
- Menerbitkan giro mundur tanpa memantau saldo. Tanpa proyeksi, giro yang Anda berikan bisa ditolak dan merusak hubungan dengan pemasok.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah giro mundur termasuk kas dan setara kas?
Tidak. Giro mundur yang diterima belum dapat dicairkan sebelum tanggal efektif sehingga tidak memenuhi definisi kas (simpanan yang dapat ditarik sewaktu-waktu). Sajikan sebagai Piutang Giro dalam kelompok piutang lancar sampai dana benar-benar masuk ke rekening.
Akun apa yang dipakai untuk giro mundur yang diberikan ke pemasok?
Gunakan akun liabilitas “Utang Giro” atau “Giro Mundur Diberikan”. Utang Usaha pemasok ditutup saat giro diserahkan, lalu Utang Giro dihapus saat bank mendebit rekening pada tanggal efektif.
Apa beda giro mundur dengan cek beredar di rekonsiliasi bank?
Cek atau giro beredar adalah instrumen yang sudah bisa dicairkan dan sudah mengurangi saldo Bank di buku besar, tetapi belum diproses bank. Giro mundur yang belum efektif belum dicatat ke Bank sama sekali, sehingga tidak masuk daftar rekonsiliasi.
Bagaimana jika giro mundur ditolak bank?
Kembalikan nilainya ke Piutang Usaha pelanggan dengan jurnal Dr Piutang Usaha, Cr Piutang Giro. Catat biaya penolakan dari bank sebagai beban atau tagihkan ke pelanggan sesuai kesepakatan, lalu tinjau ulang limit kredit pelanggan tersebut.
Seberapa sering register giro harus direkonsiliasi?
Idealnya mingguan, dan wajib saat tutup buku bulanan. Cocokkan total register dengan saldo akun Piutang Giro dan Utang Giro, serta pastikan setiap giro berstatus “cair” sudah muncul di rekening koran.
Penutup
Kunci pencatatan giro mundur sederhana: jangan sentuh akun Bank sebelum tanggal efektif. Gunakan Piutang Giro dan Utang Giro sebagai akun perantara, kelola register giro yang direkonsiliasi rutin, dan pastikan giro tolak langsung kembali ke piutang pelanggan agar laporan umur piutang tetap mencerminkan risiko yang sebenarnya. Untuk sisi pemasok, kebiasaan yang sama membantu proses rekonsiliasi hutang supplier menjadi lebih cepat.
Jika saat ini register giro Anda masih berupa file Excel yang diperbarui manual, pertimbangkan untuk memindahkan pencatatan penerimaan, pembayaran, dan rekonsiliasi bank ke satu sistem. Modul Kas & Bank Zahir Online membantu tim Anda mencatat transaksi bank, memantau saldo per rekening, dan merekonsiliasi dengan rekening koran tanpa rekap berulang.
Referensi
- Bank Indonesia – Peraturan tentang Bilyet Giro
- Ikatan Akuntan Indonesia – Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia














