Artikel

Jurnal Selisih Kurs: Contoh Revaluasi Valas Akhir Bulan

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2026

Jurnal selisih kurs dibuat dua kali dalam siklus transaksi valas: saat revaluasi akhir bulan (laba/rugi selisih kurs belum terealisasi) dan saat pelunasan (laba/rugi selisih kurs terealisasi). Hanya pos moneter—kas/bank valas, piutang, dan utang—yang direvaluasi ke kurs penutup; uang muka, persediaan, dan aset tetap tetap memakai kurs historis.

Di lapangan, masalahnya jarang di teori. Masalahnya ada di proses: saldo USD di kartu utang tidak cocok dengan rekening koran, kurs penutup diambil dari sumber berbeda tiap bulan, dan revaluasi dihitung manual di Excel sehingga laba rugi bulan berjalan bergoyang tanpa ada yang bisa menjelaskan. Artikel ini memberikan contoh jurnal lengkap dari faktur sampai pelunasan, perbandingan metode dengan dan tanpa jurnal pembalik, serta template kertas kerja revaluasi yang bisa langsung Anda pakai saat tutup buku.

Ringkasan Cepat

  • Transaksi valas dicatat dengan kurs tanggal transaksi (kurs spot) dalam mata uang fungsional, umumnya Rupiah.
  • Akhir periode: pos moneter dijabarkan dengan kurs penutup; selisihnya masuk laba rugi periode berjalan (PSAK 221, dahulu PSAK 10).
  • Pos nonmoneter seperti uang muka pembelian, persediaan, dan aset tetap tidak direvaluasi.
  • Total laba/rugi kurs atas satu transaksi selalu sama, entah Anda memakai jurnal pembalik atau tidak—yang berbeda hanya distribusinya per bulan.
  • Rekonsiliasi saldo valas (bank USD, kartu utang/piutang) wajib selesai sebelum revaluasi dihitung.

Apa itu selisih kurs dan kapan jurnalnya dibuat?

Selisih kurs (exchange difference) adalah selisih yang timbul karena jumlah unit mata uang asing yang sama dijabarkan ke mata uang fungsional dengan kurs berbeda, misalnya kurs saat faktur diterbitkan dibandingkan kurs akhir bulan atau kurs saat pelunasan. Selisih atas pos moneter diakui sebagai laba atau rugi pada periode terjadinya.

Dalam PSAK 221 Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing (nomor baru PSAK 10 setelah penomoran ulang SAK Indonesia oleh IAI), alurnya terbagi tiga titik:

  1. Pengakuan awal — transaksi dicatat dengan kurs spot pada tanggal transaksi.
  2. Akhir periode pelaporan — pos moneter dijabarkan dengan kurs penutup (closing rate); pos nonmoneter yang diukur dengan biaya historis tetap memakai kurs tanggal transaksi.
  3. Penyelesaian (settlement) — selisih antara nilai tercatat terakhir dan nilai pembayaran aktual diakui sebagai laba/rugi terealisasi.

Akun mana yang direvaluasi dan mana yang tidak?

Kunci pembedanya adalah definisi pos moneter: unit mata uang yang dimiliki, serta aset dan liabilitas yang akan diterima atau dibayarkan dalam jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan. Uang muka untuk barang dan jasa termasuk pos nonmoneter, karena yang akan diterima adalah barang/jasa, bukan uang.

Akun dalam valas Klasifikasi Direvaluasi akhir bulan?
Kas dan rekening bank USD/SGD/CNY Moneter Ya, kurs penutup
Piutang usaha ekspor Moneter Ya, kurs penutup
Utang usaha impor Moneter Ya, kurs penutup
Pinjaman bank dalam valas Moneter Ya, kurs penutup
Uang muka pembelian ke supplier luar negeri Nonmoneter Tidak, tetap kurs historis
Uang muka penjualan dari pelanggan luar negeri Nonmoneter Tidak, tetap kurs historis
Persediaan dan aset tetap hasil impor Nonmoneter Tidak, tetap kurs historis

Kesalahan paling sering adalah ikut merevaluasi uang muka. Jika perusahaan Anda rutin membayar DP ke supplier impor, pastikan akunnya terpisah dari utang usaha—lihat panduan kami tentang jurnal uang muka pembelian untuk struktur akunnya.

Bagaimana contoh jurnal selisih kurs dari faktur sampai pelunasan?

Contoh kasus: PT Sinar Niaga (contoh), distributor suku cadang di Surabaya, mengimpor barang dari Tiongkok dengan tagihan USD 10.000. Semua kurs di bawah adalah angka contoh, bukan kurs aktual.

  • 10 September: faktur diterima, kurs Rp16.200 → Rp162.000.000
  • 30 September: kurs penutup Rp16.450 → Rp164.500.000
  • 15 Oktober: utang dilunasi dari rekening Rupiah, kurs Rp16.380 → Rp163.800.000

Metode A: tanpa jurnal pembalik

Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
10 Sep Persediaan 162.000.000
Utang Usaha – USD 162.000.000
30 Sep Rugi Selisih Kurs Belum Terealisasi 2.500.000
Utang Usaha – USD 2.500.000
15 Okt Utang Usaha – USD 164.500.000
Bank – IDR 163.800.000
Laba Selisih Kurs Terealisasi 700.000

Metode B: dengan jurnal pembalik (reversing entry) 1 Oktober

Jurnal revaluasi 30 September dibalik pada 1 Oktober, sehingga saldo utang kembali ke Rp162.000.000. Saat pelunasan, selisih dihitung terhadap kurs faktur awal.

Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
1 Okt Utang Usaha – USD 2.500.000
Rugi Selisih Kurs Belum Terealisasi 2.500.000
15 Okt Utang Usaha – USD 162.000.000
Rugi Selisih Kurs Terealisasi 1.800.000
Bank – IDR 163.800.000

Apakah hasil kedua metode sama?

Periode Metode A (tanpa pembalik) Metode B (dengan pembalik)
September Rugi 2.500.000 Rugi 2.500.000
Oktober Laba 700.000 Laba 2.500.000 − rugi 1.800.000 = laba 700.000
Total transaksi Rugi 1.800.000 Rugi 1.800.000

Totalnya selalu sama dengan selisih ekonomis sebenarnya: Rp163.800.000 − Rp162.000.000 = Rp1.800.000. Metode B lebih disukai tim yang ingin akun “terealisasi” mencerminkan selisih sejak faktur, sementara Metode A lebih sederhana bila sistem Anda menyimpan nilai tercatat per faktur. Yang penting: pilih satu, tuangkan dalam kebijakan akuntansi, dan konsisten. Jangan mencampur keduanya, karena itu penyebab utama selisih ganda.

Contoh untuk piutang ekspor dan rekening bank USD

Masih contoh yang sama, per 30 September PT Sinar Niaga juga memiliki piutang ekspor USD 5.000 (dicatat 20 September pada kurs Rp16.300 = Rp81.500.000) dan saldo rekening USD 20.000 dengan nilai buku Rp324.000.000.

Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) Perhitungan
Piutang Usaha – USD 750.000 5.000 × (16.450 − 16.300)
Laba Selisih Kurs Belum Terealisasi 750.000
Bank – USD 5.000.000 (20.000 × 16.450) − 324.000.000
Laba Selisih Kurs Belum Terealisasi 5.000.000

Perhatikan pola kebalikannya: saat Rupiah melemah, aset valas (bank, piutang) menghasilkan laba, sedangkan liabilitas valas (utang) menghasilkan rugi. Perusahaan yang memiliki keduanya punya lindung nilai alami (natural hedge) sebagian.

Bagaimana langkah revaluasi valas saat tutup buku bulanan?

  1. Tetapkan sumber kurs penutup dalam kebijakan. Misalnya kurs tengah Bank Indonesia pada hari kerja terakhir bulan, atau kurs bank utama. Satu sumber, satu jam pengambilan, didokumentasikan.
  2. Rekonsiliasi saldo valas lebih dulu. Cocokkan saldo USD di buku dengan rekening koran, lalu cocokkan kartu utang dengan statement supplier (lihat rekonsiliasi hutang supplier). Revaluasi atas saldo yang salah hanya memperbesar kesalahan.
  3. Tarik daftar saldo per akun per mata uang dalam unit valas dan nilai Rupiah tercatat.
  4. Pisahkan pos nonmoneter (uang muka, persediaan) agar tidak ikut dihitung.
  5. Hitung selisih dengan kertas kerja di bawah, per akun atau per faktur.
  6. Posting jurnal revaluasi dan, jika memakai Metode B, jadwalkan jurnal pembalik di tanggal 1 bulan berikutnya.
  7. Review dan arsipkan bukti kurs, kertas kerja, dan persetujuan reviewer sebagai dokumen pendukung audit.

Langkah ini sebaiknya ditempatkan setelah rekonsiliasi bank dan sebelum penyusunan laporan, sesuai urutan di checklist tutup buku bulanan kami.

Template kertas kerja revaluasi (contoh angka)

Akun Saldo (USD) Nilai tercatat (Rp) Kurs penutup Nilai revaluasi (Rp) Laba/(Rugi) (Rp)
Bank – USD 20.000 324.000.000 16.450 329.000.000 5.000.000
Piutang Usaha – USD 5.000 81.500.000 16.450 82.250.000 750.000
Utang Usaha – USD (10.000) (162.000.000) 16.450 (164.500.000) (2.500.000)
Neto 3.250.000

Bagaimana menyajikan selisih kurs di laporan laba rugi?

Untuk perusahaan dagang dan jasa, laba/rugi selisih kurs umumnya disajikan di pendapatan (beban) lain-lain, di bawah laba usaha, sehingga margin kotor tidak terdistorsi pergerakan kurs. Banyak tim memisahkan empat akun—laba/rugi terealisasi dan belum terealisasi—agar manajemen bisa membedakan dampak kas nyata dari dampak penilaian. Dalam contoh di atas, laba neto Rp3.250.000 di September seluruhnya belum terealisasi: belum ada kas yang masuk atau keluar karenanya.

Bagi perusahaan pengimpor, selisih kurs saat pelunasan tidak menambah harga perolehan persediaan. Biaya impor yang memang dikapitalisasi ke persediaan dibahas terpisah di artikel landed cost. Perlakuan pajak atas selisih kurs dapat berbeda dari perlakuan akuntansi, jadi koordinasikan dengan konsultan pajak Anda saat menyusun rekonsiliasi fiskal.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Merevaluasi uang muka valas. Uang muka adalah pos nonmoneter; merevaluasinya menghasilkan laba/rugi semu.
  • Sumber kurs berganti-ganti. Bulan ini kurs BI, bulan depan kurs bank. Hasilnya tidak bisa dibandingkan dan sulit dipertanggungjawabkan saat audit.
  • Jurnal pembalik dobel. Revaluasi dibalik manual, sementara sistem juga menghitung selisih terhadap nilai tercatat terakhir—rugi tercatat dua kali.
  • Revaluasi sebelum rekonsiliasi. Saldo USD yang belum cocok dengan rekening koran direvaluasi lebih dulu, lalu dikoreksi lagi.
  • Selisih kurs pelunasan masuk HPP. Ini membuat margin produk naik-turun mengikuti kurs, bukan mengikuti kinerja penjualan.
  • Tidak ada kertas kerja. Jurnal revaluasi diposting tanpa rincian per akun/faktur, sehingga auditor tidak bisa menelusuri angkanya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa beda selisih kurs terealisasi dan belum terealisasi?

Selisih kurs belum terealisasi timbul dari revaluasi saldo valas pada akhir periode, saat transaksinya belum dilunasi. Selisih kurs terealisasi timbul saat piutang diterima atau utang dibayar dengan kurs yang berbeda dari nilai tercatatnya. Keduanya sama-sama diakui di laba rugi, tetapi hanya yang terealisasi berdampak pada kas.

Apakah revaluasi valas harus dilakukan setiap bulan?

Standar mewajibkan penjabaran pos moneter dengan kurs penutup pada setiap tanggal pelaporan. Jika perusahaan menyusun laporan keuangan bulanan untuk manajemen atau bank, revaluasi bulanan membuat laba rugi tiap bulan wajar dan menghindari lonjakan besar di akhir tahun.

Apakah uang muka pembelian impor ikut direvaluasi?

Tidak. Uang muka untuk barang dan jasa adalah pos nonmoneter karena yang akan diterima adalah barang atau jasa, bukan sejumlah uang. Uang muka tetap dicatat dengan kurs tanggal pembayaran sampai direklasifikasi ke persediaan atau beban.

Lebih baik memakai jurnal pembalik atau tidak?

Keduanya menghasilkan total laba/rugi yang sama untuk satu transaksi. Jurnal pembalik memudahkan analisis selisih sejak faktur, sedangkan tanpa pembalik lebih ringkas bila sistem menyimpan nilai tercatat per faktur. Yang wajib adalah konsistensi dan tidak menggabungkan kedua metode.

Akun selisih kurs masuk kelompok apa di laporan laba rugi?

Umumnya disajikan sebagai pendapatan atau beban lain-lain di bawah laba usaha, baik dalam satu akun neto maupun akun laba dan rugi terpisah. Pemisahan terealisasi dan belum terealisasi membantu manajemen membaca dampak kas yang sesungguhnya.

Penutup

Jurnal selisih kurs yang rapi bergantung pada tiga hal: klasifikasi moneter–nonmoneter yang benar, satu sumber kurs penutup yang konsisten, dan rekonsiliasi saldo valas sebelum revaluasi. Dengan tiga hal itu, laba rugi bulanan Anda menceritakan kinerja usaha, bukan sekadar pergerakan kurs. Jika saldo kas dan bank masih direkap manual dari beberapa file Excel sebelum revaluasi bisa dimulai, Anda dapat memantau mutasi dan saldo seluruh rekening secara real-time di modul kas & bank Zahir Online, sehingga rekonsiliasi—langkah wajib sebelum revaluasi—selesai lebih cepat dan tutup buku tidak lagi tertahan di akhir bulan.

Referensi

Facebook Comments

Bagikan artikel

Artikel Lainnya

Software Akuntansi Online

Download Artikel Memiliki suatu bidang usaha ataupun Bisnis yang berkembang dengan keuntungan

Let’s #FeelTheGrowth

Coba Zahir, Gratis!

Level up pencatatan, management, dan pelaporan pada Bisnis Anda dengan menggunakan Zahir.

Hubungi Zahir Expert

Product Consultant kami akan membantu untuk memilih produk terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Kelola invoice, inventory, keuangan dalam satu aplikasi, Monitor bisnismu kapan saja dimana saja.

Zahir Berpengalaman 27 Tahun membantu lebih dari 100.000 Bisnis untuk bertumbuh