Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2026
Jurnal konsinyasi berbeda dari jurnal penjualan biasa: saat barang dikirim ke toko penitip, pemilik barang (consignor) belum mencatat penjualan. Pendapatan baru diakui ketika toko (consignee) melaporkan barang sudah terjual ke pembeli akhir, sementara toko hanya mengakui komisinya. Selama barang belum laku, stok tersebut tetap menjadi persediaan milik consignor.
Masalahnya, di banyak distributor dan pemasok ritel, barang titipan tersebar di puluhan toko, laporan penjualan datang terlambat dalam format berbeda-beda, dan saldo “stok di toko” di buku jarang cocok dengan hitungan fisik. Di artikel ini kami membahas contoh jurnal lengkap dari dua sisi (consignor dan consignee) dengan angka contoh, cara menguji apakah sebuah perjanjian benar-benar konsinyasi, serta template rekonsiliasi stok konsinyasi bulanan yang bisa langsung Anda pakai.
Ringkasan Cepat
- Saat barang dikirim, consignor hanya memindahkan persediaan dari gudang ke akun/lokasi Persediaan Konsinyasi — tidak ada penjualan dan tidak ada piutang.
- Penjualan dan HPP consignor diakui saat menerima laporan penjualan dari consignee, untuk unit yang terjual saja.
- Consignee tidak mencatat barang titipan sebagai persediaannya; pendapatannya hanya komisi (pencatatan neto sebagai agen).
- Biaya angkut ke toko penitip menambah nilai persediaan konsinyasi, bukan langsung menjadi beban.
- Rekonsiliasi stok konsinyasi per toko wajib dilakukan setiap bulan sebelum tutup buku.
Apa itu jurnal konsinyasi dan kapan pendapatan diakui?
Daftar Isi
- 1 Apa itu jurnal konsinyasi dan kapan pendapatan diakui?
- 2 Bagaimana membedakan konsinyasi dari penjualan dengan hak retur?
- 3 Contoh jurnal konsinyasi di sisi consignor (pemilik barang)
- 4 Contoh jurnal konsinyasi di sisi consignee (toko penitip)
- 5 Bagaimana cara rekonsiliasi stok konsinyasi setiap bulan?
- 6 Bagaimana penyajian di laporan keuangan akhir periode?
- 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 8 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 8.1 Kapan consignor mengakui pendapatan konsinyasi?
- 8.2 Apakah barang konsinyasi masuk persediaan toko penitip?
- 8.3 Apa beda metode terpisah dan tidak terpisah dalam konsinyasi?
- 8.4 Siapa yang menanggung barang konsinyasi yang hilang atau rusak?
- 8.5 Bagaimana perlakuan pajak atas penyerahan barang konsinyasi?
- 9 Penutup
Jurnal konsinyasi adalah pencatatan akuntansi atas barang yang dititipkan pemilik barang (consignor/pengamanat) kepada pihak lain (consignee/komisioner) untuk dijualkan. Karena pengendalian atas barang belum berpindah saat pengiriman, consignor mencatat pengiriman sebagai mutasi persediaan, lalu mengakui pendapatan ketika barang terjual ke pembeli akhir, sedangkan consignee hanya mengakui komisi penjualan.
Dasar pemikirannya ada pada PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (dahulu PSAK 72; penomoran baru berlaku sejak 1 Januari 2024 menurut Ikatan Akuntan Indonesia). Pendapatan diakui saat pengendalian (control) atas barang beralih ke pelanggan. Pada pengaturan konsinyasi, toko penitip belum memperoleh pengendalian ketika menerima barang, sehingga pengiriman ke toko bukan penjualan. Nilai persediaan konsinyasi sendiri diukur mengikuti PSAK 202 Persediaan (dahulu PSAK 14).
Bagaimana membedakan konsinyasi dari penjualan dengan hak retur?
Banyak kesalahan berawal dari salah mengklasifikasikan perjanjian. Faktur yang ditulis “jual putus dengan retur” bisa secara substansi adalah konsinyasi, dan sebaliknya. Gunakan matriks berikut saat menelaah perjanjian dengan toko atau reseller:
| Pertanyaan uji | Jika jawabannya “Ya” | Indikasi |
|---|---|---|
| Apakah toko baru wajib membayar setelah barang terjual ke konsumen? | Tidak ada kewajiban bayar tanpa syarat saat barang diterima | Konsinyasi |
| Apakah Anda (pemasok) bisa menarik kembali atau memindahkan barang ke toko lain kapan saja? | Pengendalian masih di pemasok | Konsinyasi |
| Apakah harga jual ke konsumen ditetapkan pemasok dan toko dibayar dalam bentuk komisi/potongan? | Toko bertindak sebagai agen | Konsinyasi |
| Apakah toko sudah menerima tagihan dan wajib membayar pada jatuh tempo, terjual atau tidak? | Pengendalian sudah beralih | Penjualan (dengan estimasi retur bila ada hak retur) |
| Apakah risiko barang rusak/hilang di toko ditanggung toko sepenuhnya? | Indikasi pengendalian beralih | Cenderung penjualan — telaah klausul lainnya |
Satu indikator saja jarang menentukan. Dokumentasikan alasan klasifikasi per perjanjian dalam kertas kerja, karena hal ini sering ditanyakan auditor saat menguji pengakuan pendapatan.
Contoh jurnal konsinyasi di sisi consignor (pemilik barang)
Contoh kasus (angka fiktif): PT Sumber Rasa, distributor camilan di Bandung, menitipkan 1.000 pcs keripik ke Toko Maju. Data perjanjian:
- HPP per unit: Rp9.000; harga jual ke konsumen ditetapkan Rp15.000.
- Komisi toko: 20% dari harga jual.
- Ongkos kirim ke toko dibayar PT Sumber Rasa: Rp500.000 (Rp500 per unit).
- Akhir bulan, Toko Maju melaporkan 600 pcs terjual dan mentransfer hasil penjualan bersih.
| No | Transaksi | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kirim 1.000 pcs ke Toko Maju | Persediaan Konsinyasi – Toko Maju | 9.000.000 | |
| Persediaan Barang Dagang – Gudang | 9.000.000 | |||
| 2 | Bayar ongkos kirim | Persediaan Konsinyasi – Toko Maju | 500.000 | |
| Kas/Bank | 500.000 | |||
| 3 | Terima laporan: 600 pcs terjual | Piutang Konsinyasi – Toko Maju | 7.200.000 | |
| Beban Komisi Penjualan | 1.800.000 | |||
| Penjualan | 9.000.000 | |||
| 4 | Akui HPP 600 pcs × Rp9.500 | Harga Pokok Penjualan | 5.700.000 | |
| Persediaan Konsinyasi – Toko Maju | 5.700.000 | |||
| 5 | Terima transfer dari toko | Kas/Bank | 7.200.000 | |
| Piutang Konsinyasi – Toko Maju | 7.200.000 |
Catatan penting dari contoh di atas:
- Penjualan dicatat bruto (Rp9.000.000) dan komisi sebagai beban penjualan, karena PT Sumber Rasa adalah prinsipal yang mengendalikan barang dan menetapkan harga.
- HPP per unit menjadi Rp9.500 karena ongkos kirim ke lokasi penjualan dikapitalisasi ke persediaan konsinyasi.
- Saldo akhir Persediaan Konsinyasi – Toko Maju = 400 pcs × Rp9.500 = Rp3.800.000. Angka inilah yang harus Anda cocokkan dengan stok fisik di toko.
Contoh jurnal konsinyasi di sisi consignee (toko penitip)
Dari sisi Toko Maju, barang titipan bukan persediaan miliknya. Penerimaan 1.000 pcs cukup dicatat di kartu stok titipan atau sebagai catatan memorandum (tanpa jurnal), tetapi tetap harus dipisahkan dari stok milik sendiri, baik di sistem maupun di rak gudang.
| No | Transaksi | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Terima 1.000 pcs titipan | Tidak ada jurnal — catat di kartu stok titipan per consignor | ||
| 2 | Jual 600 pcs tunai @Rp15.000 | Kas | 9.000.000 | |
| Utang Konsinyasi – PT Sumber Rasa | 9.000.000 | |||
| 3 | Akui komisi 20% | Utang Konsinyasi – PT Sumber Rasa | 1.800.000 | |
| Pendapatan Komisi | 1.800.000 | |||
| 4 | Setor hasil penjualan bersih | Utang Konsinyasi – PT Sumber Rasa | 7.200.000 | |
| Bank | 7.200.000 | |||
Pendapatan Toko Maju hanya Rp1.800.000 (neto), bukan Rp9.000.000. Jika toko mencatat penjualan bruto dan HPP atas barang titipan, omzet dan persediaannya akan tampak lebih besar dari kenyataan, dan rasio seperti perputaran persediaan menjadi menyesatkan.
Bagaimana cara rekonsiliasi stok konsinyasi setiap bulan?
Inilah bagian yang paling sering bermasalah. Barang di toko penitip tidak terlihat oleh gudang Anda, sehingga selisih bisa menumpuk berbulan-bulan. Lakukan langkah berikut sebelum tutup buku:
- Kumpulkan laporan penjualan konsinyasi dari setiap toko dengan batas tanggal (cut-off) yang sama, misalnya per tanggal terakhir bulan.
- Susun mutasi stok per toko: stok awal + kiriman − terjual − retur ke gudang = stok akhir menurut buku.
- Bandingkan dengan stok fisik hasil kunjungan sales/merchandiser atau stok opname bersama toko, minimal per kuartal untuk toko besar.
- Analisis selisih: penjualan belum dilaporkan, retur belum dicatat, barang rusak/kedaluwarsa, atau hilang.
- Buat jurnal penyesuaian sesuai perjanjian: jika toko menanggung kehilangan, tagih sebagai piutang; jika Anda menanggung, catat sebagai beban selisih persediaan dengan persetujuan berjenjang.
- Cocokkan saldo buku besar Persediaan Konsinyasi dengan total nilai stok akhir semua toko.
Template kertas kerja rekonsiliasi (contoh, dalam pcs):
| Toko | Stok awal | Kiriman | Terjual (laporan) | Retur | Stok akhir buku | Stok fisik | Selisih | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Toko Maju | 0 | 1.000 | 600 | 0 | 400 | 385 | (15) | Konfirmasi penjualan belum dilaporkan |
| Toko Sejahtera | 250 | 300 | 420 | 30 | 100 | 100 | 0 | — |
| Minimarket Barokah | 180 | 0 | 40 | 0 | 140 | 122 | (18) | 12 pcs kedaluwarsa, 6 pcs hilang — klaim sesuai perjanjian |
Tambahkan kolom umur stok konsinyasi (hari sejak dikirim). Barang yang lebih dari 90 hari tidak bergerak di satu toko sebaiknya ditarik atau dipindahkan, karena risikonya kedaluwarsa dan biayanya tetap melekat di neraca Anda. Untuk prosedur pencocokan stok gudang secara umum, lihat panduan kami tentang rekonsiliasi persediaan stok vs buku besar, dan untuk perlakuan selisihnya baca jurnal selisih stok opname.
Bagaimana penyajian di laporan keuangan akhir periode?
Di neraca consignor, persediaan konsinyasi tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan, sebaiknya diungkapkan terpisah dari stok gudang bila nilainya material. Uji juga nilai realisasi neto (net realizable value) untuk barang konsinyasi yang lambat laku atau mendekati kedaluwarsa. Di sisi consignee, saldo utang konsinyasi disajikan sebagai liabilitas jangka pendek, dan barang titipan tidak masuk persediaan.
Jika penjualan Anda melalui marketplace dengan skema titip gudang (fulfillment), logika pencatatannya mirip — lihat pembahasan kami tentang jurnal penjualan marketplace.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mencatat penjualan saat barang dikirim ke toko. Pendapatan dan piutang menjadi lebih besar (overstated) dan sering memicu koreksi saat audit.
- Persediaan konsinyasi tidak dipisahkan per toko. Tanpa subakun atau lokasi per toko, selisih tidak bisa ditelusuri ke penanggung jawabnya.
- Komisi langsung dipotong dari penjualan sehingga omzet tercatat neto padahal Anda prinsipal; analisis margin jadi tidak sebanding antarperiode.
- Tidak ada cut-off laporan penjualan; toko melapor tanggal berbeda-beda sehingga penjualan bergeser antarbulan.
- Consignee memasukkan barang titipan ke persediaan sendiri, lalu stok opname toko selalu “selisih” dengan buku.
- Ongkos kirim ke toko dibebankan langsung, padahal bagian barang yang belum terjual masih melekat di persediaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kapan consignor mengakui pendapatan konsinyasi?
Consignor mengakui pendapatan ketika barang terjual ke pembeli akhir, yang dalam praktik dicatat saat menerima laporan penjualan dari consignee. Pengiriman barang ke toko penitip hanya dicatat sebagai mutasi persediaan. Pastikan laporan memakai batas tanggal yang sama dengan periode tutup buku Anda.
Apakah barang konsinyasi masuk persediaan toko penitip?
Tidak. Barang titipan tetap milik consignor, sehingga consignee hanya mencatatnya di kartu stok titipan atau catatan memorandum. Toko mengakui utang konsinyasi saat barang terjual dan pendapatan komisi atas jasanya.
Apa beda metode terpisah dan tidak terpisah dalam konsinyasi?
Metode terpisah mencatat laba konsinyasi di akun khusus agar hasilnya terlihat sendiri, sedangkan metode tidak terpisah menggabungkan penjualan konsinyasi dengan penjualan reguler. Dalam praktik bisnis saat ini, yang lebih penting adalah subakun atau lokasi persediaan per toko dan laporan laba per saluran penjualan, sehingga keduanya bisa dianalisis tanpa memisahkan buku besar.
Siapa yang menanggung barang konsinyasi yang hilang atau rusak?
Tergantung isi perjanjian konsinyasi. Jika toko menanggung, selisih ditagih sebagai piutang ke toko; jika pemasok menanggung, selisih dicatat sebagai beban selisih persediaan setelah disetujui. Karena itu klausul kehilangan, kedaluwarsa, dan jadwal stok opname bersama sebaiknya tertulis jelas sejak awal.
Bagaimana perlakuan pajak atas penyerahan barang konsinyasi?
Perlakuan perpajakan atas konsinyasi tidak selalu sama dengan perlakuan akuntansinya. Konsultasikan dengan konsultan pajak atau rujuk ketentuan terbaru di situs Direktorat Jenderal Pajak sebelum menentukan kapan faktur pajak dibuat.
Penutup
Kunci jurnal konsinyasi ada di tiga hal: jangan mengakui penjualan saat pengiriman, pisahkan persediaan konsinyasi per toko, dan rekonsiliasi stok titipan setiap bulan dengan cut-off yang disiplin. Jika langkah ini masih dikerjakan dengan rekap Excel dari puluhan laporan toko, risiko selisih dan keterlambatan tutup buku akan terus berulang.
Di Zahir Online, Anda bisa mengelola stok per lokasi termasuk lokasi toko penitip, memindahkan barang antarlokasi tanpa jurnal manual, dan melihat saldo persediaan konsinyasi secara real-time. Pelajari solusi kami untuk bisnis trading dan distribusi, atau coba gratis Zahir Online.
Referensi
- Ikatan Akuntan Indonesia — Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia (berlaku 1 Januari 2024)
- PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dan PSAK 202 Persediaan — Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia













