Artikel

Jurnal Penurunan Nilai Persediaan: NRV, Cadangan & Pemulihan

Terakhir diperbarui: 25 Oktober 2026

Jurnal penurunan nilai persediaan dicatat ketika nilai realisasi neto (net realizable value/NRV) suatu barang turun di bawah biaya perolehannya: debit Beban Penurunan Nilai Persediaan (bagian dari HPP), kredit Cadangan Penurunan Nilai Persediaan. Selisihnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya, dan dipulihkan bila NRV naik kembali, maksimal sebesar penurunan yang pernah dicatat.

Masalahnya, di banyak tim finance penurunan nilai baru dihitung menjelang audit tahunan. Akibatnya laba bulanan terlihat lebih tinggi dari kenyataan, lalu “dikoreksi” sekaligus di Desember. Dalam artikel ini kami membahas cara menghitung NRV per item, jurnal dengan metode cadangan, jurnal pemulihan dan penghapusan, matriks umur stok sebagai alat estimasi, serta prosedur bulanan yang bisa Anda jalankan saat tutup buku.

Ringkasan Cepat

  • Persediaan diukur pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (PSAK 202, dahulu PSAK 14).
  • NRV = estimasi harga jual − estimasi biaya penyelesaian − estimasi biaya penjualan.
  • Gunakan akun cadangan (contra asset) agar kartu stok tetap pada biaya perolehan dan jejak audit jelas.
  • Pemulihan nilai dibatasi sebesar penurunan yang pernah diakui, dicatat sebagai pengurang beban persediaan.
  • Jalankan evaluasi setiap bulan dengan data umur stok dan harga jual terakhir, bukan setahun sekali.

Apa itu penurunan nilai persediaan menurut PSAK 202?

Penurunan nilai persediaan (inventory write-down) adalah pengurangan nilai tercatat persediaan dari biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto, karena barang rusak, usang, lambat laku, atau harga jualnya turun. Selisih tersebut diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Jika kemudian NRV meningkat, penurunan dipulihkan sebagai pengurang beban persediaan pada periode pemulihan.

Prinsip ini tertuang dalam PSAK 202 Persediaan. Sejak 1 Januari 2024, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menomori ulang PSAK 14 menjadi PSAK 202, tanpa mengubah substansi pengukurannya. Jika entitas Anda memakai SAK EP atau SAK EMKM, pastikan Anda merujuk bab persediaan pada standar yang memang dipakai entitas tersebut.

Bagaimana cara menghitung nilai realisasi neto per item?

NRV dihitung per item, atau per kelompok barang yang sejenis dan dijual di pasar yang sama. Jangan menghitungnya dari total gudang sekaligus, karena barang yang untung tinggi akan “menutupi” barang yang sudah rugi.

  1. Tarik daftar persediaan akhir bulan: kuantitas dan biaya per unit (FIFO atau rata-rata tertimbang sesuai kebijakan).
  2. Tentukan estimasi harga jual dari bukti terbaru: penjualan setelah tanggal neraca, daftar harga aktif, atau penawaran pembeli.
  3. Kurangi estimasi biaya penyelesaian (misalnya kemas ulang atau perbaikan) dan biaya penjualan (komisi, ongkos kirim, potongan marketplace).
  4. Bandingkan NRV per unit dengan biaya per unit; ambil yang lebih rendah.
  5. Jumlahkan selisihnya; itulah saldo cadangan yang seharusnya ada di neraca.

Contoh (angka fiktif) di sebuah distributor suku cadang per 31 Oktober:

Item Qty Biaya/unit Harga jual/unit Biaya selesai + jual/unit NRV/unit Penurunan
A – Filter model lama 200 Rp150.000 Rp140.000 Rp14.000 Rp126.000 Rp4.800.000
B – Kampas rem 500 Rp40.000 Rp60.000 Rp6.000 Rp54.000 Rp0
C – Lampu kemasan rusak 120 Rp250.000 Rp200.000 Rp35.000 Rp165.000 Rp10.200.000
Total cadangan yang dibutuhkan Rp15.000.000

Total biaya perolehan Rp80.000.000, sedangkan nilai terendah antara biaya dan NRV adalah Rp65.000.000. Perhatikan item B: NRV-nya di atas biaya, sehingga tidak ada penurunan, dan keuntungannya tidak boleh dipakai untuk mengimbangi kerugian item A dan C.

Seperti apa jurnal penurunan nilai persediaan metode cadangan?

Ada dua cara: mengkredit langsung akun Persediaan, atau memakai akun cadangan. Kami menyarankan metode cadangan, karena nilai di kartu stok tetap pada biaya perolehan (HPP saat barang terjual tetap konsisten), sementara penurunan terlihat terpisah dan mudah ditelusuri auditor.

Tanggal Akun Debit Kredit
31 Okt Beban Penurunan Nilai Persediaan (kelompok HPP) Rp15.000.000
Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000

Di neraca, persediaan disajikan Rp80.000.000 dikurangi cadangan Rp15.000.000, atau neto Rp65.000.000. Simpan lembar kerja NRV beserta bukti harga jual sebagai lampiran jurnal.

Bagaimana jika barang yang sudah diturunkan nilainya terjual?

Pada November, 60 unit item C terjual. Sistem perpetual mencatat HPP pada biaya perolehan (60 × Rp250.000 = Rp15.000.000). Bagian cadangan yang melekat pada unit tersebut (60 × Rp85.000 = Rp5.100.000) dilepas agar HPP tidak tercatat dua kali:

Akun Debit Kredit
Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp5.100.000
Beban Penurunan Nilai Persediaan (kelompok HPP) Rp5.100.000

Dalam praktik, banyak tim cukup melakukan true-up di akhir bulan: hitung ulang cadangan yang dibutuhkan, lalu jurnal selisihnya terhadap saldo buku. Hasil akhirnya sama, asalkan rekonsiliasi saldonya terdokumentasi.

Bagaimana mencatat pemulihan dan penghapusan persediaan?

Pemulihan (reversal). Pada akhir November, harga jual item A naik menjadi Rp160.000. NRV per unit menjadi Rp144.000 (setelah biaya jual 10%), masih di bawah biaya Rp150.000. Penurunan yang dibutuhkan kini 200 × Rp6.000 = Rp1.200.000, sehingga Rp3.600.000 dari Rp4.800.000 dipulihkan. Pemulihan tidak boleh membuat nilai tercatat melebihi biaya perolehan.

Akun Debit Kredit
Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp3.600.000
Beban Penurunan Nilai Persediaan (kelompok HPP) Rp3.600.000

Rekap pergerakan cadangan (contoh):

Keterangan Jumlah
Saldo 31 Oktober Rp15.000.000
Dilepas karena item C terjual (Rp5.100.000)
Pemulihan item A (Rp3.600.000)
Saldo 30 November (A Rp1.200.000 + C Rp5.100.000) Rp6.300.000

Penghapusan (write-off). Bila 60 unit item C tersisa akhirnya dimusnahkan tanpa nilai jual, keluarkan dari persediaan dan pakai cadangannya terlebih dahulu: debit Cadangan Rp5.100.000, debit Beban Kerugian Persediaan Rp9.900.000, kredit Persediaan Rp15.000.000. Lampirkan berita acara pemusnahan yang disetujui pejabat berwenang. Perlakuan pajaknya bisa berbeda dari perlakuan akuntansi, jadi koordinasikan dengan konsultan pajak Anda sebelum menyusun rekonsiliasi fiskal.

Bagaimana memakai matriks umur stok untuk estimasi awal?

Menghitung NRV ribuan SKU setiap bulan memang berat. Cara praktisnya, gunakan matriks umur stok (aging) untuk menyaring item berisiko, lalu uji NRV secara spesifik untuk item bernilai besar. Persentase di bawah ini adalah contoh kebijakan internal, bukan ketentuan standar; kalibrasi dengan data historis harga jual dan pemusnahan di perusahaan Anda.

Umur sejak penerimaan terakhir Contoh % cadangan Tindakan
0–90 hari 0% Tidak perlu tindakan, kecuali harga jual turun
91–180 hari 10% Tinjau harga jual terakhir
181–365 hari 25% Uji NRV spesifik, usulkan promo ke sales
> 365 hari 50% Uji NRV spesifik, rencana likuidasi
Rusak/kedaluwarsa 100% Pemusnahan atau jual sebagai barang bekas

Jika hasil matriks berbeda jauh dari uji NRV spesifik, yang dipakai untuk pelaporan tetap NRV. Matriks hanya alat bantu agar estimasi tidak menunggu akhir tahun.

Prosedur bulanan: kapan dan siapa yang mengerjakan?

  1. D+1: gudang menyerahkan daftar barang rusak, retur, dan hasil stock opname siklus.
  2. D+2: akuntan menarik laporan umur stok dan harga jual rata-rata 30 hari terakhir per SKU.
  3. D+3: hitung NRV, susun lembar kerja, dan tentukan saldo cadangan yang dibutuhkan.
  4. D+3: jurnal penyesuaian (tambah, lepas, atau pulihkan) dan rekonsiliasi saldo cadangan.
  5. D+4: kepala akunting/controller menyetujui; ringkasan item terbesar dikirim ke owner atau tim sales.

Bagi owner dan direksi, laporan ini lebih dari sekadar angka akuntansi: ia menunjukkan modal yang tertahan di barang yang sulit dijual. Contohnya, cadangan Rp15.000.000 di atas adalah sinyal untuk meninjau pembelian item A dan memperbaiki penanganan kemasan item C.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menghitung NRV secara total. Keuntungan item laris menutupi kerugian item usang, sehingga penurunan tidak terdeteksi.
  • Lupa mengurangi biaya penjualan. Komisi, ongkos kirim, dan potongan marketplace bisa membuat NRV di bawah biaya walau harga jual masih di atas biaya.
  • Mengkredit langsung akun Persediaan tanpa jejak. Biaya per unit di kartu stok jadi tidak konsisten dan sulit direkonsiliasi dengan buku besar.
  • Tidak melepas cadangan saat barang terjual atau dimusnahkan. Beban tercatat dua kali dan saldo cadangan menggelembung.
  • Memulihkan melebihi biaya perolehan. Pemulihan dibatasi sebesar penurunan yang pernah diakui.
  • Hanya dihitung saat audit. Laba bulanan menyesatkan dan keputusan pembelian terlambat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah beban penurunan nilai persediaan masuk HPP?

Umumnya penurunan nilai persediaan disajikan sebagai bagian dari beban pokok penjualan atau beban persediaan, karena terkait langsung dengan nilai barang dagangan. Yang penting, kebijakan penyajiannya konsisten antarperiode dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Apa beda cadangan penurunan nilai persediaan dan selisih stok opname?

Selisih stok opname terjadi karena kuantitas fisik berbeda dari catatan, misalnya hilang atau salah input. Penurunan nilai terjadi ketika kuantitasnya ada, tetapi nilainya turun di bawah biaya. Keduanya dicatat dengan jurnal dan dokumen pendukung yang berbeda.

Seberapa sering penurunan nilai persediaan harus dievaluasi?

Standar mewajibkan pengukuran pada setiap tanggal pelaporan. Jika Anda menyusun laporan keuangan bulanan untuk manajemen, evaluasi bulanan adalah praktik terbaik agar laba bulanan tidak lebih saji.

Bolehkah penurunan nilai dipulihkan pada tahun berikutnya?

Boleh, jika ada bukti jelas NRV meningkat, misalnya harga jual naik. Jumlah pemulihan dibatasi sebesar penurunan yang pernah diakui, sehingga nilai tercatat tidak melebihi biaya perolehan.

Penutup

Jurnal penurunan nilai persediaan yang rapi dimulai dari data yang rapi: umur stok, biaya per unit, dan harga jual terakhir per SKU. Hitung NRV per item, catat dengan akun cadangan, lepas cadangan saat barang terjual, dan pulihkan secara terbatas saat harga membaik. Untuk melengkapi proses tutup buku, Anda bisa membaca panduan rekonsiliasi persediaan, jurnal selisih stok opname, dan checklist tutup buku bulanan.

Jika laporan umur stok dan harga jual per SKU masih Anda rakit manual dari beberapa file Excel, modul inventory Zahir Online menyajikan kartu stok, nilai persediaan, dan laporan penjualan per barang dalam satu sistem, sehingga evaluasi NRV bulanan bisa selesai lebih cepat.

Referensi

Facebook Comments

Bagikan artikel

Artikel Lainnya

Let’s #FeelTheGrowth

Coba Zahir, Gratis!

Level up pencatatan, management, dan pelaporan pada Bisnis Anda dengan menggunakan Zahir.

Hubungi Zahir Expert

Product Consultant kami akan membantu untuk memilih produk terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Kelola invoice, inventory, keuangan dalam satu aplikasi, Monitor bisnismu kapan saja dimana saja.

Zahir Berpengalaman 27 Tahun membantu lebih dari 100.000 Bisnis untuk bertumbuh