Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2026
Jurnal penjualan marketplace yang benar mencatat penjualan sebesar harga jual kepada pembeli (bruto), lalu membukukan voucher toko sebagai potongan penjualan dan biaya admin, layanan, serta transaksi sebagai beban. Selisihnya, yaitu dana bersih yang dijanjikan platform, dicatat di akun perantara “Piutang Marketplace” sampai dana ditarik ke rekening bank. Dengan pola ini, laba kotor tidak tersamarkan dan saldo penjual bisa direkonsiliasi setiap bulan.
Masalahnya, banyak tim finance hanya mencatat uang yang masuk ke rekening bank. Akibatnya, penjualan tercatat terlalu kecil, biaya marketplace tidak terlihat di laporan laba rugi, dan saldo yang masih “nyangkut” di seller center tidak pernah muncul di neraca. Dalam artikel ini kami membahas akun yang perlu disiapkan, contoh jurnal lengkap per pesanan, perlakuan voucher dan ongkos kirim, serta template rekonsiliasi bulanan saldo penjual yang bisa langsung Anda pakai saat tutup buku.
Ringkasan Cepat
- Catat penjualan secara bruto (harga jual), bukan sebesar dana yang cair ke bank.
- Voucher yang didanai toko = potongan penjualan; voucher yang didanai platform tidak mengurangi pendapatan Anda.
- Biaya admin, layanan, transaksi, iklan, dan penalti = beban, masing-masing di akun terpisah.
- Gunakan akun “Piutang Marketplace” per platform sebagai akun perantara (clearing account) antara pesanan selesai dan pencairan ke bank.
- Rekonsiliasi saldo akun tersebut dengan laporan saldo penjual di seller center setiap akhir bulan.
Apa itu jurnal penjualan marketplace?
Daftar Isi
- 1 Apa itu jurnal penjualan marketplace?
- 2 Akun apa saja yang perlu disiapkan?
- 3 Kapan pendapatan marketplace diakui?
- 4 Bagaimana contoh jurnal penjualan marketplace per pesanan?
- 5 Bagaimana cara rekonsiliasi saldo penjual setiap bulan?
- 6 Bagaimana mencatat voucher, ongkos kirim, dan iklan?
- 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
- 8 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 9 Penutup
Definisi: Jurnal penjualan marketplace adalah pencatatan akuntansi atas pesanan yang dijual melalui platform e-commerce, yang memisahkan pendapatan bruto, potongan penjualan, beban marketplace, dan piutang kepada platform. Tujuannya agar laporan laba rugi menunjukkan omzet dan biaya kanal yang sebenarnya, serta neraca menunjukkan dana penjual yang belum dicairkan.
Dasar pemikirannya ada di PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (sebelumnya PSAK 72, dinomori ulang oleh Ikatan Akuntan Indonesia berlaku 1 Januari 2024). Standar ini meminta entitas menilai apakah ia bertindak sebagai prinsipal atau agen. Untuk penjual yang memiliki dan mengendalikan barang sebelum diserahkan ke pembeli, penjual umumnya adalah prinsipal, sedangkan marketplace adalah agen yang memungut komisi. Konsekuensinya: pendapatan diakui bruto, dan potongan platform diakui sebagai beban, bukan dikurangkan langsung dari penjualan.
Akun apa saja yang perlu disiapkan?
Sebelum mencatat transaksi pertama, rapikan dulu bagan akun (chart of accounts). Kami menyarankan struktur berikut, dibuat terpisah untuk setiap platform agar rekonsiliasi tidak tercampur.
| Komponen di laporan marketplace | Akun yang disarankan | Posisi di laporan |
|---|---|---|
| Harga jual produk | Penjualan – Marketplace A | Pendapatan |
| Voucher/diskon yang didanai toko | Potongan Penjualan – Marketplace A | Pengurang pendapatan |
| Voucher/cashback yang didanai platform | Tidak dicatat (ditanggung platform) | – |
| Biaya administrasi/komisi | Beban Komisi Marketplace | Beban penjualan |
| Biaya layanan program (gratis ongkir, cashback toko) | Beban Program Marketplace | Beban penjualan |
| Biaya transaksi/pembayaran | Beban Transaksi Pembayaran | Beban penjualan |
| Iklan yang dibayar dari saldo | Beban Iklan Marketplace | Beban pemasaran |
| Denda/penalti keterlambatan kirim | Beban Penalti Marketplace | Beban lain-lain |
| Ongkos kirim yang dibayar pembeli ke kurir | Tidak dicatat sebagai pendapatan (titipan) | – |
| Dana bersih yang belum dicairkan | Piutang Marketplace A | Aset lancar |
| Barang sudah dikirim, pesanan belum selesai | Persediaan dalam Pengiriman | Aset lancar |
Nama komponen biaya berbeda di tiap platform dan sering berubah. Karena itu, petakan setiap kolom di laporan penghasilan seller center ke salah satu akun di atas, lalu simpan pemetaan tersebut sebagai bagian dari kebijakan akuntansi tim Anda.
Kapan pendapatan marketplace diakui?
Menurut PSAK 115, pendapatan diakui saat pengendalian barang beralih ke pembeli. Pada penjualan online, momen ini umumnya terjadi ketika barang diterima pembeli. Dalam praktik, banyak perusahaan memakai status “pesanan selesai” di seller center sebagai titik pengakuan karena pada status itu dana masuk ke saldo penjual dan risiko pembatalan sudah jauh berkurang. Pilihan mana pun yang Anda pakai, tuliskan di kebijakan akuntansi dan terapkan konsisten.
Konsekuensinya, barang yang sudah dikirim tetapi pesanannya belum selesai pada tanggal tutup buku belum boleh diakui sebagai penjualan. Barang tersebut dipindahkan ke akun Persediaan dalam Pengiriman agar stok gudang tetap akurat. Ini menjadi titik uji pisah batas (cut-off) yang paling sering terlewat pada penjual online.
Bagaimana contoh jurnal penjualan marketplace per pesanan?
Contoh: PT Contoh Rumah Tangga menjual satu set panci melalui Marketplace A dengan data berikut (seluruh angka adalah contoh).
- Harga jual: Rp500.000; harga pokok: Rp300.000
- Voucher toko (didanai penjual): Rp25.000
- Voucher platform (didanai marketplace): Rp20.000
- Ongkos kirim dibayar pembeli: Rp15.000 (diteruskan ke kurir)
- Biaya administrasi: Rp40.000; biaya layanan program: Rp15.000; biaya transaksi: Rp9.000
Pembeli membayar Rp470.000 (500.000 − 25.000 − 20.000 + 15.000). Dana bersih yang masuk ke saldo penjual adalah Rp411.000 (500.000 − 25.000 − 40.000 − 15.000 − 9.000). Voucher platform tidak mengurangi dana penjual karena ditanggung marketplace, dan ongkos kirim tidak menyentuh pembukuan Anda karena diteruskan ke kurir.
1. Saat barang dikirim
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Persediaan dalam Pengiriman | 300.000 | |
| Persediaan Barang Dagang | 300.000 |
2. Saat pesanan selesai
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Piutang Marketplace A | 411.000 | |
| Potongan Penjualan – Marketplace A | 25.000 | |
| Beban Komisi Marketplace | 40.000 | |
| Beban Program Marketplace | 15.000 | |
| Beban Transaksi Pembayaran | 9.000 | |
| Penjualan – Marketplace A | 500.000 | |
| Harga Pokok Penjualan | 300.000 | |
| Persediaan dalam Pengiriman | 300.000 |
3. Saat dana ditarik ke rekening bank
| Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Bank | 411.000 | |
| Piutang Marketplace A | 411.000 |
Jika penarikan dikenakan biaya, debit Beban Administrasi Bank sebesar biaya tersebut dan kurangi debit Bank dengan jumlah yang sama. Pada praktiknya, penarikan dilakukan sekaligus untuk ratusan pesanan, sehingga jurnal nomor 2 sebaiknya dibuat dari rekap laporan penghasilan harian atau mingguan, bukan per pesanan.
4. Saat terjadi retur setelah pesanan selesai
Jika pembeli mengajukan pengembalian dan dana Rp411.000 ditarik kembali dari saldo penjual, catat Retur Penjualan di debit dan Piutang Marketplace A di kredit sesuai porsi yang dibatalkan, termasuk pembalikan beban yang dikembalikan platform. Bila barang kembali dalam kondisi layak jual, debit Persediaan dan kredit Harga Pokok Penjualan sebesar Rp300.000. Bila rusak, akui kerugiannya sesuai kebijakan penurunan nilai persediaan.
Bagaimana cara rekonsiliasi saldo penjual setiap bulan?
Akun Piutang Marketplace adalah akun perantara: idealnya saldonya sama dengan saldo penjual yang belum ditarik di seller center. Selisih hampir selalu berarti ada potongan yang belum dijurnal. Berikut template rekonsiliasi dengan angka contoh untuk bulan Oktober.
| Uraian | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Saldo awal Piutang Marketplace A per buku | 18.400.000 |
| (+) Dana bersih pesanan selesai bulan ini | 245.600.000 |
| (−) Penarikan ke rekening bank | (238.000.000) |
| (−) Retur/refund setelah pesanan selesai | (2.150.000) |
| (−) Iklan yang dibayar dari saldo | (3.500.000) |
| Saldo akhir per buku | 20.350.000 |
| Saldo penjual per laporan seller center | 20.100.000 |
| Selisih yang harus dijelaskan | 250.000 |
Dalam contoh ini, setelah ditelusuri, selisih Rp250.000 berasal dari penalti keterlambatan pengiriman yang dipotong platform tetapi belum dijurnal. Jurnal penyesuaiannya: debit Beban Penalti Marketplace Rp250.000, kredit Piutang Marketplace A Rp250.000. Setelah itu saldo buku dan saldo seller center sama.
Langkah rekonsiliasi yang kami sarankan:
- Unduh laporan penghasilan dan riwayat saldo dari seller center untuk periode yang sama dengan periode tutup buku.
- Cocokkan total penarikan di riwayat saldo dengan mutasi kredit dari marketplace di rekening koran.
- Cocokkan total dana bersih pesanan selesai dengan total debit Piutang Marketplace pada bulan tersebut.
- Daftar semua potongan non-pesanan (iklan, penalti, biaya langganan program) dan pastikan masing-masing sudah dijurnal.
- Tuliskan penjelasan setiap selisih yang tersisa, beri penanggung jawab, dan tenggat penyelesaian.
- Bandingkan daftar pesanan berstatus “dikirim” dengan saldo Persediaan dalam Pengiriman untuk menguji pisah batas.
Rekonsiliasi ini sebaiknya masuk ke dalam checklist tutup buku bulanan Anda dan didokumentasikan dengan format yang sama seperti rekonsiliasi akun neraca lainnya. Karena barang dalam pengiriman memengaruhi saldo stok, hasilnya juga perlu disinkronkan dengan rekonsiliasi persediaan.
Bagaimana mencatat voucher, ongkos kirim, dan iklan?
Voucher toko adalah keputusan harga penjual, sehingga dicatat sebagai Potongan Penjualan. Memisahkannya dari akun penjualan membantu manajemen melihat berapa margin yang “dibakar” untuk promosi. Voucher dan cashback platform tidak dicatat sama sekali karena dibiayai marketplace dan tidak mengurangi dana penjual. Periksa laporan penghasilan: bila kolom voucher platform ternyata ikut dipotong dari dana Anda, perlakukan sebagai potongan penjualan atau beban program, sesuai substansinya.
Ongkos kirim yang dibayar pembeli dan diteruskan ke kurir bukan pendapatan Anda. Lain halnya bila toko ikut menanggung selisih ongkir atau membayar biaya program gratis ongkir; bagian itu adalah Beban Program Marketplace. Iklan yang dibayar dengan memotong saldo penjual dicatat debit Beban Iklan Marketplace dan kredit Piutang Marketplace pada tanggal potongan terjadi, bukan saat tagihan dirangkum.
Perlakuan PPN dan PPh atas penjualan dan biaya layanan marketplace mengikuti ketentuan Direktorat Jenderal Pajak yang berlaku. Pastikan bukti potongan atau faktur dari platform diunduh rutin agar dapat dipakai saat pelaporan pajak.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mencatat penjualan sebesar dana yang cair. Omzet tampak lebih kecil, biaya marketplace hilang dari laba rugi, dan margin per kanal tidak bisa dianalisis.
- Mengakui pendapatan saat pesanan dibayar. Pada tanggal tutup buku, pesanan yang belum selesai bisa batal atau diretur sehingga pendapatan terlalu tinggi.
- Satu akun piutang untuk semua platform. Rekonsiliasi menjadi mustahil karena saldo tiap seller center tidak bisa dicocokkan satu per satu.
- Melupakan potongan non-pesanan. Iklan, penalti, dan biaya langganan program dipotong dari saldo tanpa invoice terpisah, sehingga sering baru ketahuan saat audit.
- Tidak memindahkan stok yang sudah dikirim. Stok gudang tercatat lebih besar dari fisik dan selisih opname membengkak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Penjualan marketplace dicatat bruto atau neto?
Penjual yang mengendalikan barang sebelum diserahkan ke pembeli bertindak sebagai prinsipal, sehingga penjualan dicatat bruto sebesar harga jual. Komisi, biaya layanan, dan biaya transaksi platform dicatat sebagai beban. Pencatatan neto hanya tepat bila Anda sendiri bertindak sebagai agen, misalnya menjual barang titipan pihak lain tanpa mengendalikannya.
Kapan penjualan di marketplace diakui sebagai pendapatan?
Pendapatan diakui saat pengendalian barang beralih ke pembeli, yang umumnya terjadi saat barang diterima. Banyak perusahaan memakai status “pesanan selesai” sebagai titik pengakuan praktis. Barang yang sudah dikirim tetapi belum selesai dicatat sebagai Persediaan dalam Pengiriman.
Apakah voucher dari marketplace mengurangi penjualan?
Voucher yang dibiayai platform tidak mengurangi penjualan Anda karena dana yang Anda terima tetap dihitung dari harga jual. Hanya voucher yang dibiayai toko yang dicatat sebagai potongan penjualan. Selalu cek kolom pendanaan voucher di laporan penghasilan seller center.
Bagaimana jurnal pencairan dana marketplace ke rekening bank?
Saat dana ditarik, debit Bank dan kredit Piutang Marketplace sebesar jumlah yang ditarik. Bila ada biaya penarikan, catat sebagai beban administrasi bank. Penarikan tidak mengubah pendapatan karena pendapatan sudah diakui saat pesanan selesai.
Apakah perlu akun piutang terpisah untuk setiap marketplace?
Ya, kami sangat menyarankannya. Setiap platform memiliki laporan saldo, jadwal pencairan, dan struktur biaya sendiri. Akun terpisah membuat rekonsiliasi bulanan bisa dilakukan per platform dan memudahkan analisis profitabilitas per kanal.
Penutup
Kunci jurnal penjualan marketplace ada pada tiga hal: catat penjualan bruto, pisahkan setiap jenis potongan ke akun bebannya, dan gunakan Piutang Marketplace per platform sebagai akun perantara yang direkonsiliasi setiap bulan. Dengan pola ini, laporan laba rugi menunjukkan biaya kanal yang sebenarnya dan neraca tidak lagi menyembunyikan dana yang tertahan di seller center.
Jika tim Anda masih merekap laporan penghasilan marketplace secara manual di Excel setiap akhir bulan, pertimbangkan sistem yang memisahkan akun per kanal, mencatat persediaan secara real-time, dan menyiapkan laporan untuk rekonsiliasi. Pelajari solusi Zahir Online untuk bisnis retail untuk melihat bagaimana pencatatan penjualan multi-kanal bisa berjalan lebih cepat dan rapi.
Referensi
- Ikatan Akuntan Indonesia – Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia
- Ikatan Akuntan Indonesia – Komparasi Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK












